• Home
  • Hukrim
  • Calon Kuat Sekko Dumai Muhammad Nasir Diperiksa Penyidik KPK

Calon Kuat Sekko Dumai Muhammad Nasir Diperiksa Penyidik KPK

Sabtu, 12 November 2016 11:36 WIB
Mantan Kadis Pekerjaan Umum Pemkab Bengkalis, Muhammad Nasir, terlihat mendatangi Mapolres Bengkalis. Dia dikabarkan telah memenuhi panggilan Penyidik KPK yang sudah sepekan berkantor di Mapolres Bengkalis. Foto RiauSky
DUMAI - Muhammad Nasir, pejabat yang digadang-gadangkan calon kuat menduduk kursi Sekertaris Kota Dumai diera kepemimpinan Walikota Zulkifli AS dan Wakil Walikota Eko Suharjo, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Muhammad Nasir sendiri diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis. Pemeriksaan itu menyakut pekerjaan proyek multiyears yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Bupati Herliyan Saleh.

Tim Penyidik KPK di Mapolres Bengkalis, Jumat (11/11/16) secara maraton memeriksa sejumlah pejabat. Selain mantan Kadis PU Bengkalis Muhammad Nasir, Tim Penyidik KPK juga memeriksa Pelaksana Tuga (Plt) Kadis PU Bengkalis, Tarmizi.
 
Tim penyidik KPK ini sudah sepekan di Bengkalis. Keberadaan tim penyidik KPK sempat dibenarkan Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono SIK. Mereka yang beranggotakan 4 orang dan sudah beberapa kali memanggil sejumlah pejabat Bengkalis.
 
Dari pantauan dilapangan, ruangan rapat Polres Bengkalis yang digunakan penyidik KPK, terlihat mantan Kadis PU Muhammad Nasir. Selain itu, ada juga Plt Kadis PU Tarmizi dan pejabat pelaksana teknis (PPTK) Dinas PU Bengkalis.
 
"Ada Nasir diperiksa di atas sama Penyidik KPK," ungkap salah seorang personil Polres Bengkalis. Namun pihak kepolisian setempat tidak tahu persis materi pemeriksaan yang dilakukan Penyidik Komisi Anti Rasuah tersebut di Negeri Junjungan.
 
Belum lama ini, Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati membantah adanya penyelidikan tentang dugaan korupsi kasus multiyears di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, tidak ada jadwal penyelidikan apa pun di Riau.
 
Menurut Yuyuk, memang ada anggota KPK yang sedang di Riau, tapi bukan untuk menyelidiki sebuah kasus. Kehadiran mereka di Riau, kata dia, untuk melaksanakan tugas yang lain. Jadi tidak benar anggota KPK melakukan penyelidikan. 

"Kalau melakukan penyelidikan, tentu ada penjadwalannya dan semua keperluan tentu dipersiapkan dengan matang. Jadi apa yang berkembang itu tidaklah benar," kata Humas KPK, Yuyuk Andriati, kepada sejumlah wartawan di Jakarta.

(rdk/boc/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags KPKKorupsi
Komentar