• Home
  • Hukrim
  • Demo Minta Penghulu Dicopat Berlangsung Anarkis di Rohil

Demo Minta Penghulu Dicopat Berlangsung Anarkis di Rohil

Selasa, 20 Januari 2015 18:31 WIB
ROHIL : Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Panipahan (GEMPA) melakukan aksi demo depan halaman Kantor Penghulu Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Senin (19/1) kemarin. 

Aksi demo ini menuntut agar datuk penghulu Panipahan darat Mustar Ali berhenti dari jabatan kepenghulunya. Dalam aksi demo tersebut diikuti sebanyak 30 orang tersebut meminta supaya datuk Penghulu Panipahan Darat Kecamatan Pasir LImau Kapas mencopot jabatanya. 

Sempat di dalam aksi itu terlihat pengruskan terhadap Plang Kepenghuluan dan langsung dicegah oleh pihak Kepolisian yang mengamankan aksi demonstaran tersebut. 

Datuk Penghulu Paniphan darat Mustar Ali yang dihubungi wartawan ini melalui telepon selulernya mengatakan, aksi yang dilakukan Gerakan Masyarakat Panipahan ( Gempa ) menduga ada oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

"Saya menduga adanya kepentingan pribadi karena memang belum lama ini saya ada memberhentikan salah seorang Kepala Urusan (Kaur) Desa," katanya. ia menjelaskan, bahwa Kaur yang diberhentikan karena jarang masuk kerja sehinggga ia mengambil kebijakan untuk diganti.

Ia juga sangat menyayangkan aksi demonstran yang merusak Papan Plang Kepenghuluan, namun selaku penghulu ia siap menjelaksan apapaun tuntuatan yang disampikan oleh demonstaran. 

Mustar menjelaskan, adapun beberapa tuntuan yang disampaikan yakni karena sudah alah memberhentikan Kaur, kemudian juga tudingan ia memakan biaya BLSM subsidi dari kenaikan Harga BBM dan dirinya sering tak berada di kantor.

"Semua tuduhan tak ada bukti, kalau memberhentikan itu saya ada dasarnya, kemudian BLSM tidak ada saya makan sedangkan sering tidak berada di kantor juga tak benar," katanya. 

Ia mengakui terkadang ke Bagansiapiapi karena adanya undangan untuk acara rapat bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. "Saya sudah hampir 4 tahun jadi Penghulu selama ini saya bekerja sesuai dengan wewenang saya, pendemo saya lihat bukan masyarakat melainkan Mahasiwa dan beberapa LSM," katanya.

Dewan Sesalkan Demo Gempa Anarkis

Menanggapi aksi demo yang di lakukan Gerakan masyarakat Panipahan ( Gempa ), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Rokan Hilir menagapi serius ksi Demo yang di gelar Gempa ( Gerakan Masyarakat Panipahan ) yang memicu terjadi aksi anarkis.

Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir H. Bahktir SH saat diwawancarai Wartawan Tiraskita.com diruang kernya menjelaskan, kita sangat mengesalkan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Panipahan ( Gempa ) terjadinya aksi anarkis.

Aksi yang dilakukan beberapa kelompok yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Panipahan (Gempa), terhadap di kepenghuluan Panipahan Darat Kecamatan Pasir Limau Kapas, tidak perlu terjadi. Seharusnya Gempa itu melakukan musyawarah sebelum melakukan aksi demo tersebut. Sehingga plang kantor penghulu Panipah Darat roboh.

Bahktiar mengangap demo yang dilakukan Gempa itu terlalu memicu spektakuler, sehingga terjadi perusakan plang kantor Penghulu tersebut. Seharusnya kalau benar Datuk Penghulu panipahan Darat ( Muktar Ali,red ), melakukan penyelewengan uang BLSM masyarakat,kita proses melalui ranah hukum.Tidak perlu melakukan aksi demo segala.

"Aksi gempa itu sempat di hentikan oleh pihak kepolisian Panipahan serta Camat Pasir Limau Kapas, sehingga anarkis tersebut tidak begitu marak. Hanya saja plang kantor Penghulu yang menjadi amukan masyarakat," paparnya.

"Kita harapkan aksi ini yang pertama dan terakhir kalinya. Kita mengharapkan warga masyarakat Palika kalau ada permasalahan,dapat di musyawarah secara kebersamaan. Soalnya di Pasir Limau Kapas itu ada Camat dan pihak kepolisian. Jagan sempatlah terjadi kembali aksi demo-demo ini terjadi di kampung halaman kita ini," ujarnya. 

(Jarmain) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar