Diperiksa KPK, Kepala BPBD Riau Tak Sholat Jumat
Jumat, 27 Maret 2015 18:23 WIB
PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Said Saqul Amri terpaksa tak menunaikan Sholat Jumat gara-gara diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi suap Rp3 miliar untuk memperlancar pengesahan APBD 2015.
Dari pantauan wartawan, Said Saqul Amri diperiksa hari ini (27/3/15) sejak pukul 09.00 WIB. Sekitar 12.00 WIB, dua terperiksa lainnya yakni mantan Kepala Dinas Kimpraswil/Bina Marga dan Pengairan Kebupaten Rokan Hilir, Arsyad Rahim dan Kepala Dinas Pasar yang juga mantan Kadis PU Rohil Ibul Kasri telah selesai diperiksa.
Kedua pejabat Rohil ini keluar dari ruang pemeriksaan penyidik KPK yang meminjam ruang Visualisasi Tugas Kepolisian Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Pekanbaru dan buru buru menuju mobil.
Arsyad Rahim saat ditanya wartawan soal materi yang ditanyakan penyidik KPK mengaku soal APBD 2015. Tetapi ditanya kaitan dengan dirinya, Arsyad sendiri mengaku tak mengerti. "Itu lah yang saya tak mengerti, ini kan (masalah) provinsi, tapi kok saya yang dari Pemkab Rohil yang ditanyai," ujarnya.
Ketika ditanya soal dugaan permintaan uang dari Gubernur Riau (Gubri) nonaktif Annas Maamun untuk suap APBD 2015 dan dana untuk pembentukan Provinsi Riau Pesisir, Arsyad segera masuk ke mobilnya. "Maaf ya teman teman wartawan mau Sholat Jumat," kilahnya.
Pernyataan senada juga dikemukakan terperiksa lainnya, Ibul Kasri. Dia yang kini menjadi Kadis Pasar Rohil ini juga mengaku kaget dan tak tahu mengapa dimintai keterangan oleh KPK. "Ada sekitar 10 pertanyaan yang ajukan penyidik KPK," ungkapnya.
Sementara itu, Said Saqul sendiri hingga berita diturunkan, pukul 14.00 WIB masih menjalani pemeriksaan.
(rdk/rtc/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan
-
Hukrim
Penyidik KPK Periksa Empat Mantan Anggota DPRD Riau

