• Home
  • Hukrim
  • Geramm Rohil Minta Tapal Batas dan Dana Plasma PT JYP Diselesaikan

Demo Kantor Bupati Rohil dan DPRD

Geramm Rohil Minta Tapal Batas dan Dana Plasma PT JYP Diselesaikan

Kamis, 22 Januari 2015 18:13 WIB
ROKAN HILIR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil didemo massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Menuntut (Geramm). Adapun tuntutan yang diminta agar DPRD menanggapi persoalan tapal batas dan pembagian plasma dari PT Jatim Jaya Perkasa.

Dalam aksi demo tersebut, massa menyebutkan bahwa selama ini Pihak DPRD tidak respon terkait tapal batas antara Kecamatan Kubu dan Kecamatan Pekaitan. Pedahal, jika tak ditanggapi diyakini akan timbul permasalahan lebih serius lagi.

Ketua Kordinator Demo, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan pihaknya menuntut kerjasama dari pihak DPRD untuk menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi diwilayah perbatasan tersebut. Dengan demikian diharapkan mereka para pelaku penjual lahan akan bisa diadili sebagaimana mestinya, sebab sudah tak diragukan lagi modus jual beli tanah oleh aparat desa kerap terjadi. 

Terkait Plasma PT Jatim Jaya Perkasa, disebutkan bahwa masyarakat sudah tak tahan lagi dengan adanya isu penggelapan dana plasma oleh pihak pengurus inti Koprasi Unit Desa (KUD). 

Sebab, pihak PT Jatim menyebutkan bahwa sejak tahun 2010 dana plasma yang dikeluarkan oleh pihak PT Jatim Jaya Perkasa melalui KUD yang akan dibagikan kepada masyarakat tidak pernah ada masalah, bahkan setiap bulan sudah disalurkan. Namun hanya saja pihak KUD saja yang belum merealisasikan sebagaimana mestinya. 

Ketua Kordinator, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan bahwa Anggota DPRD Rohil, Ridwan, diduga telah menggelapkan dana plasma yang telah disalurkan oleh PT Jatim JP untuk masyarakat. Karena Ridwa bertindak sebagai bendahara KUD.

"Kami menduga pak Ridwan menggelapkan dana plasma kami, karena pak Ridwan Bendaharanya."ujar Amansyah, disela-sela orasinya didepan kantor DPRD Rohil, Kamis (22/1/15).

Ditempat yang sama Latif masyarakat Pekaitan, juga menyebutkan, ada perbedaan yang diterima mereka dari plasma. Perbedaan itu terkait angka dengan masyarakat Kecamatan Kubu. 

"Kami dapat plasma 200 ribu perbulan, sementara untuk Kubu 250 ribu perbulan. Berarti ada kesenjangan antara kami dengan Kubu. Lain lagi, untuk Kubu tiap bulan lancar terima plasma sementara kami, kalau hitungan tujuh bulan yang kami terima empat bulan. Itu yang kami perlu minta penjelasan dari pak Ridwan."sebut Latif.

Latif juga mengatakan bahwa, disampai perlu adanya komunikasi antara masyarakat dengan pimpinan daerah juga perlunya pimpinan turun kedaerah untuk meninjau apakah sudah melaksanakan sesuai janji dimana janji sebelum menjadi wakil rakyat sejak kampanye dulu.

Ketua DPRD Pembohong Dalam aksi demontrasi massa didepan kantor DPRD Rohil, mereka juga menyuarakan bahwa ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan Pembohong. Pasalnya, mereka merasa Nasrudin tidak merealisasikan janjinya yang terdahulu terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

"Nasrudin pembohong, Nasrudin Pembohong," seru sejumlah massa disela -sela orasi demo tersebut sebagaimana yang berhasil dirangkum riauheadline.com dilokasi kegiatan aksi.

Ketua Himpunan Persatuan Mahasiswa Rohil (Hipemarohi), Charles, yang turut bergabung menyebutkan bahwa Ketua DPRD Rohi banyak umbar janji namun realisasinya belum nampak. "Pak Nasrudin pembohong, banyak janjinya yang sampai sekarang belum ada terealisasinya."ujar Charles.

Tambahnya, sejak lama Ketua Nasrudin menjanjikan pembangunan jalan dan jembatan namun sampai saat ini setiap masyarakat yang melewati jalan selalu dihadapkan dengan kubangan lumpur. 

"Kami masyarakat sudah muak dengan janji -janji ketua, apa lagi musim hujan, jalan kami langsung tak bisa dilewati."paparnya.

Anggota DPRD Rohil, Yohanes dari partai Hanura Komisi C, menanggapi persoalan infrastruktur tersebut. Katanya, tahun ini akan dibangun. "Insya'allah tahu ini kita bangun, jadi jangan ragulah, saya sudah lihat dan ada pada anggaran kita."terang Yohanes.

Demo Kantor Bupati

Setelah sekitar 30 menit aksi demo yang dilakukan didepan kantor DPRD Rohil berlanjut didepan kantor Bupati. Didepan kantor Bupati Massa yang telah menunggu dengan tidak dihadiri Bupati ingin mendesak masuk namun pihak keamanan yang tergabung antara Polisi dan Satpol PP membuat Pagar betis. 

15 menit kemudian Asisten I Pemkab Rohil, Wan Rusli Syarif, menanggapi. Katanya, setiap tuntutan atau aspirasi akan ditanggapi dan dalam watu dekan segera dikordinasikan dengan pihak Penghulu dan camat setempat. 

"Kita akan tanggapi permintaan saudara-saudara, besok akan saya panggil penghulu dan camat. Mana yang bisa diselesaikan segera kita selesaikan, tapi adapun demikian biarlah saya kordinasikan terlebih dahulu dengan pimpinan."ujar Wan Rusli. 

(Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar