Suap Alih Fungsi Hutan Kepada Gubri,
KPK Sebut Terbuka Peluang Tersangka Baru
Rabu, 01 Oktober 2014 10:31 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, bahwa ada peluang adanya tersangka baru dalam kasus suap alih fungsi hutan di Kabupaten Kaunsing, Riau. Di mana Gubri Annas Maamun sudah menjadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK karena menerima suap.
"Kasus ini masih didalami adanya dugaan pihak lain terlibat. Tapi dasarnya ada dua alat bukti yang cukup," kata Juru Bicara KPK Johan Budi Gedung KPK di Jakarta, Selasa (30/9/14).
Potensi adanya tersangka baru ini, sebut Johan karena ditemukannya uang 30.000 dolar AS pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (25/9/14) yang diakui oleh Gubernur Riau Annas Maamun adalah miliknya dan tidak terkait alih fungsi hutan yang menjerat Annas.
"Pada saat OTT petugas KPK juga menemukan uang 30.000 dolar AS, namun dalam pemeriksaan GM mengaku hanya memberikan suap kepada Annas dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Singapura," sebutnya.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan Annas sebagai tersangka penerima suap senilai sekitar Rp2 miliar yang terdiri atas 156 ribu dolar Singapura dan Rp500 juta dari Gulat Manurung.
Di mana sebelumnya, KPK mengatakan, pemberian dilakukan Gulat agar kebun kelapa sawit miliknya seluas 140 hektar yang masuk dalam kawasan Hutan Kawasan Industri (HTI) dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam Area Penggunaan Lain (APL).***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

