Kabag Humas Tegaskan Bupati Meranti Irwan Bukan Dalang Korupsi Pelabuhan Dorak
Senin, 22 Agustus 2016 13:50 WIB
MERANTI - Menyikapi tudingan delapan orang pendemo yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda Pengawas Aset Riau di Kejati Riau, mendapat respon positif dari Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir.
Respon secara langsung disampaikan Kepala Bagian Humas Sekdakab Meranti, Ery Suhairi, dengan mengatakan bahwa Bupati Meranti bukanlah dalang korupsi Pelabuhan Dorak sebagaiman disampaikan.
Sebaliknya Ery mempertanyakan kepentingan pendemo yang dikoordinir Jefrizal, sehingga pernyataan yang disampaikannya ke sejumlah media online lebih pada memvonis dan terkesan fitnah semata.
''Apa dasar menyebutkan Bupati Meranti dalang korupsi Pelabuhan Dorak dan apa pula dasarnya sehingga menyebutkan kemiskinan di Meranti akibat pemimpin yang zalim?," kata Ery Suhairi, kemarin.
Menurutnya, semua itu fitnah dan dihimbau kepada masyarakat Kepulauan Meranti jangan terpancing dengan isu yang menyesatkan ini.
Ery kembali menegaskan, bahwa Bupati Irwan sama sekali tidak terlibat dalam persoalan teknis dugaan korupsi Pelabuhan Dorak yang saat ini sudah empat orang tersangka diamankan Kejati di Pekanbaru.
''Masalah teknis kegiatan pemerintah sudah diserahkan kepada pengguna anggaran, yakni kepala SKPD sehingga tidak memiliki hubungan teknis langsung dengan bupati," katanya lagi.
"Jadi, kita heran dengan aksi demo yang seolah-olah menekan aparat hukum dalam bekerja. Padahal masalah ini masih dalam proses hukum,'' ucap Ery.
Belakangan, terkait aksi demo warga Meranti yang berada di Pekanbaru sepekan lalu, pagar Pustaka Wilayah Riau sempat dihiasi spanduk yang bertuliskan aksi pendemo bayaran.
Adanya spanduk ini, kata Eko, salah seorang warga Pekanbaru, jelas bahwasanya suara mahasiswa yang dulu dielu-elukan menjadi suara mas. Sekarang dengan adanya seperti ini sudah berubah menjadi pesanan demi kepentingan sekelompok orang.
Untuk itu, kepada salah satu media online, Eko menyarankan agar Jefrizal yang disebut-sebut kelahiran Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau, ini bertaubat dan meminta maaf.
Sementara itu, Jefrifal menyebutkan, persoalan spanduk yang isinya tentang dirinya yang bertebaran itu hal biasa, karena itu politik.
''Yang jelas kita akan tetap tegas, bahwasanya Selasa depan kita targetkan akan demo lagi," katanya.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK

