Kalau Imigran Bikin Resah, DPRD Riau: Usir dari Pekanbaru
Rabu, 06 Mei 2015 19:10 WIB
PEKANBARU - Keberadaan imigran gelap asal Timur Tengah yang kini banyak ditampung di Pekanbaru mulai meresahkan masyarakat. Walaupun resah, warga Pekanbaru belum secara tegas menolak kehadiran mereka di Kota Bertuah.
Hal ini diungkapkan DPRD Riau Dapil Pekanbaru Mansyur Hs. Ia menyebutkan masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru harus pro aktif terhadap penolakan para imigran gelap yang telah membuat keresahan tersebut, bahkan bila perlu bisa dengan melakukan aksi demonstrasi.
"Masyarakat kita lembut-lembut sesuai budaya kita, sehingga mereka senang berada di Pekanbaru," ujar Mansyur Hs, Rabu (6/5/2015).
Menurutnya, kalau di daerah lain imigran gelap ditolak, seperti di Semarang, Medan, dan Sumatera Barat. Namun di Riau sikap pemerintah dan masyarakat terlalu baik.
Untuk itu, lanjutnya kalau perlu masyarakat lakukan demo untuk tunjukkan penolakan. Namun demonya, haruslah yang tidak anarkis.
"Saya pikir masyarakat perlu pro aktif menyampaikan aspirasi tidak menerima mereka di sini, ya demo jangan anarkis, jangan DPRD saja didemo," tuturnya.
Dia menambahkan, Pekanbaru sudah mereka jadikan urat nadi perekonomian mereka karena mudah dan aman masuk, yang tentunya membahayakan daerah ini.
Menurutnya, banyaknya imigran yang berkeliaran ini akan berdampak kepada masalah sosial. Seperti diketahui hampir 1.000 orang jumlah para pencari suaka ini.
Bahkan rumah detensi imigrasi (Rudenim) yang ada di Kota Pekanbaru pun tidak mampu menampung. Akibatnya sebagian besar ditempatkan di beberapa tempat seperti wisma.
Belakangan banyak beredar kabar negatif mengenai imigran ini. Selain bebas berkeliaran, isu miring lainya juga kerap terdengar misalnya menjadi gigolo, menyebar ajaran Syiah, hingga yang terbaru ada imigran yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Hal sama dikatakan Legislator DPRD Riau lainnya, Kordias Pasaribu.
Politisi PDIP Riau itu menyebutkan, pihak terkait di daerah ini harus jujur menyampaikan kemampuan mereka dalam menangani persoalan imigran gelap itu. Kalau sudah tidak sanggup sampaikan secara langsung ke DPRD Riau.
"Kalau sudah tidak mampu lagi jangan malu menyampaikan pada kita. Mungkin Kanwil Kemenkum HAM-nya, atau imigrasinya, biar kita carikan solusi, jangan diam saja. Imigran sudah sangat meresahkan di sini. Kalau perlu kita pulangkan saja mereka semuanya," sebutnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan
-
Politik
Pansus RTRW Riau Tidak Akomodir Kepentingan Perusahaan
-
Politik
Hearing Empat Kabupaten, Pansus RTRW Riau Beberkan Perubahan
-
Politik
DPRD Riau Targetkan KUA PPAS Dibahas Agustus 2017
-
Politik
Ketua Pansus RTRW Riau Bantah Usulkan Tambahan Kawasan Hutan Diputihkan
-
Politik
Koordinator Pansus RTRW Riau Heran Ada Penambahan Lahan untuk Diputihkan

