Kapolres Kuansing Pimpin Pembakaran Mesin PETI Ilegal
Minggu, 11 Januari 2015 16:50 WIB
KUANSING : Masalah aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuansing, nampaknya tak ada henti, kendati sudah dilakukan razia dan pembakaran mesin untuk operasional tambang oleh aparat kepolisian.
Buktinya, Sabtu kemarin, Polres Kuansing bersama jajaranya melakukan razia dan membakar pondok serta mesin dompeng untuk aktifitas pertambangan emas secara ilegal.
Dalam operasi itu, setidaknya puluhan unit kapal Peti dihanguskan oleh pihak kepolisian. Operasi langsung dipimpin oleh Kapolres Kuansing, AKBP Bayu Aji Irawan, serta didampingi Kabag Ops, Kasat intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara, Kasat Bimas, serta Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Mahmudin.
Berdasarkan pantau wartawan di lapangan, razia di mulai dari Desa Siturajo Kari, lalu menyusuri Sungai Kuantan. Dalam operasi itu, pihak kepolisian menurunkan dua unit Speedboat yang beranggotakan 12 orang.
Hasil pantauan, rakit kapal dompheng yang sudah ditinggal oleh pemiliknya, di porak-porakan oleh anggota, lalu di bakar. Masyarakat yang menyaksikan kapal dompeng milik nya di bakar hanya bisa gigit jari, sambil berkata "Sudah lah pak polisi," ujar salah seorang warga yang menyaksikan.
Kendatipun demikian, tidak mengurungkan niat para personil untuk memporak-porakdankan mesin dompeng yang berjejer di aliran Sungai Kuantan.
Sementarah itu Kapolres Kuansing AKBP Bayu Aji Irawan, yang dikonfirmasi wartawan disela-sela waktu razia mengungkapkan, komitmennya untuk memberantas Peti yang berada di pelantaran sungai kuantan dan didarat.
Kata dia, razia kali ini, pihaknya menurunkan sebanyak 110 personil gabungan dari Polres Kuansing dan Polsek Kuantan Tengah.
"Razia hari ini akan kita fokuskan di kawasan kuantan tengah, yang nanti razia ini akan kami akhiri di Kecamatan Sintajo Raya, lalu razia akan tetap berlangsung selama 4 atau 5 hari kedapan," jelasnya.
Lanjutnya, razia ini merupakan bentuk nyata polisi untuk memperangi aktifitas pertambangan emas diseluruh wilayah di Kuansing. "Jangan saling perang opini," harap Kapolres.
Setakad ini ungkap perwira berpangkat dua bunga dipundaknya ini menuturkan, Polres kuansing sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memberantas Peti.
Pemda Harus Dukung Polisi Dalam Memerangi Peti
Diakui Kapolres, untuk memberantas Peti diseluruh wilayah di Kuansing, pihaknya sangat membutuhkan bantuan biaya operasional. Sementara setakad ini pihaknya tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan operasional secara kontinyu.
"Semoga pemerintah daerah, tidak tutup mata dengan tindakan yang kita lakukan ini untuk memerangi Peti," harapnya.
Senada dengan Kapolres Kuansing, Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi sangat mendukung upaya pihak kepolisian dalam memerangi aktifitas Peti di Kuansing. Kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, Peti akan menimbulkan konflik sosial dimasyarakat dan akan merusak lingkungan.
Kendatipun buruk akibatnya bagi lingkungan dan masyarakat, namun Musliadi sangat menyayangkan Pemerintah Kuansing yang tidak mengusulkan anggaran untuk pemeberantasan Peti pada tahun 2015 ini.
"Ini yang kami sayangkan, seharusnya Pemerintah Kuansing mendukung polisi dari segi anggaran untuk memberantas Peti ini," ungkapnya.
Tak bisa dipungkiri ujar Musliadi, polisi dalam melakukan operasi tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, peran pemerintah Kuansing dalam hal ini sangat dibutuhkan, terutama dukungan dana.
(dri/dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hiburan
Ini Penjelasan Petir Biru Thailand yang Viral di Twitter
-
Ekbis
Apical Group Gelar Kompetisi Foto di Instagram
-
Sosial
Pelamar PPPK di Riau Wajib Ikuti Seleksi Kompetisi
-
Sosial
Bupati dan Wabup Bengkalis Tinjau Ujian Kompetisi PPPK Guru 2021
-
Maritim
Pelindo 1 Dumai Sukses Layani Ekspor Peti Kemas Internasional
-
Hukrim
Info Razia Bocor, Seluruh Alat Berat Lenyap dari Lokasi Tambang Emas Ilegal di Kuansing

