• Home
  • Hukrim
  • Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah Warga di Bagansiapiapi

Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah Warga di Bagansiapiapi

Rabu, 10 Desember 2014 14:46 WIB
ROKAN HILIR : Akibat menuang bensin sambil memegang pelita (lampu templok, red), rumah papan warga Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Bagansiapaipi, Rohil terbakar. Api membesar dalam waktu singkat, sehingga satu rumah hangus. 

Kejadian Selasa (9/12/14) sekira pukul 18.20 WIB (habis sholat magrib, red), menimpa rumah Kemis-Ijur, pada salah satu gang tanpa nama, samping Masjid Alkautsar, Bagan Punak. 

Menurut saksi mata pertama kali melihat yang juga tetangga korban, Tarmizi, penyebab pasti kurang diketahuinya. 

Namun yang dia ketahui, Korban sedang menuang bensin, ada pelita yang sedang dipegang (belum tahu siapa yang memegang, red), api pelita tersebut langsung menyambar. 

Tarmizi pada awalnya mendengarkan ada suara orang memekik, dia menyangka, anak korban ditimpa sepeda motor, tapi setelah dia keluar, dilihat api sudah membesar akibat bensin. 

"Kejadianya bolum pasti le, donganyo nuang bensin, ntah ado pelito dipegang cucunyo ntah dio megangnyo, disembanyo, haaa, itu citonyo, itulah, awak di umah tadi kan, begitu dio memokik, aku sangko anak dio ditimpo Honda, kelua aku, ku tengok api, hu, bensin, tau la kan," katanya dengan logat Bagansiapiapi. 

Listrik PLN katanya sedang mati, karena sudah menjadi kebiasaan, setelah lepas magrib, listrik mati, sedangkan dia baru pulang sholat dari Masjid Al Kautsar, lantas mengaji. 

Saat mengaji tersebutlah dia mendengar suara pekikan tersebut, sehingga Al Quran yang dia pegang terpelanting. 

Rumah yang terbakar tersebut, dalam waktu singkat sudah menjadi arang, padahal sebelumnya ada dua Kepala Keluarga (KK) tinggal disana, dengan jumlah penghuni tujuh orang. 

Sedangkan untuk proses pemadaman, pekikan korban membuat warga lain berdatangan, dan secara bersama-sama memadamkan api, karena saat itu, disekitar lokasi, air tergenang banyak, sedangkan mobil pemadam kebakaran datang, api sudah mulai redup. 

Atas kejadian tersebut, warga berharap kepada pihak PLN jangan selalu mematikan listrik, terutama selesai magrib, karena masyarakat butuh penerangan. 

Dalam pada itu, belum diketahui secara pasti apakah korban mengalami luka bakar atau tidak, dan dimana mereka mengungsi, namun yang ada, diseberang gang rumah terbakar, sejumlah jerigen berjejer, setelah terbakar.

(yan/yan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar