Kejati Riau Tahan Staf Ahli Gubri Terkait Korupsi Lahan Asrama Haji Rp8 Miliar
Kamis, 14 Juli 2016 17:12 WIB
PEKANBARU - Satu dari dua tersangka dugaan korupsi pembebasan lahan asrama haji di Pekanbaru, Riau, akhirnya resmi diserahkan (Tahap II) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (14/7/16).
Dengan begitu, tersangka pun langsung ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, menunggu jadwal persidangan nanti. M Guntur yang kini menjabat selaku staf ahli Gubernur Riau tersebut menjalani Tahap II di Kejati Riau.
Pantauan wartawan dilapangan, yang bersangkutan tampak menjalani proses administrasi dan cek kesehatan, sebelum nantinya dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk, hari ini juga.
Sedangkan satu tersangka lagi yaitu Nimron Varasian (NV) yang diduga terlibat sebagai perantara (broker) dalam pengadaan lahan, juga akan bernasib serupa minggu depan.
"Ada keluarganya sakit, jadi kita tunda sampai Selasa," jawab Kasi Pidsus Kejati Riau, Sugeng Rianta, didampingi Kasi Penkum, Mukhzan.
Kedua orang ini diduga terlibat korupsi pembebasan tanah untuk asrama haji yang anggarannya bersumber pada APBD tahun 2012 lalu.
Ketika itu Guntur yang menjabat selaku kuasa pengguna anggaran dan panitia pembebasan lahan ditenggarai 'main mata' dengan Nimron selaku broker.
"Tanah dibeli melalui broker (Nimron, red) dengan harga yang dimark-up, jadi hasil audit BPKP kerugian negara sebesar Rp8 miliar lebih. Luas lahan ini sekitar 5,2 Hektar yang berada di daerah Labersa, Pekanbaru. Dugaan kita mereka berdua menikmati uang tersebut," beber Sugeng.
Kejati Riau juga sudah menyita harta benda milik tersangka, termasuk empat sertifikat hak milik. Sejumlah dokumen penting juga telah diblokir.
"Bisa jadi berkembang fakta lain nanti saat di persidangan, dan tidak menutup kemungkinan muncul orang lain yang ikut terlibat. Jadi ini belum final," pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Guntur tampak masih berada di dalam gedung Pidana Khusus Kejati Riau. Sementara tim medis yang memeriksa kesehatannya sudah duluan ke luar beberapa menit lalu.
(rdk/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Sosial
LINK Download Twibbon Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Gratis
-
Hukrim
Tersangka Korupsi Dana Zakat Baznas Dumai Tertangkap, Ini Sosoknya
-
Hukrim
Syamsuar Bungkam Perihal KPK Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun
-
Hukrim
KPK Kembali Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun

