Korban Dugaan Asusila Bupati Inhu,
Putri, Satpol PP Cantik Mayoret Marching Band Pemkab Inhu
Selasa, 18 Maret 2014 19:50 WIB
PEKANBARU - Sebuah berita pengejutkan datang dari Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta, Selasa (18/3/14). Seorang wanita berjilbab dengan masker menutup wajah membuat laporan sebagai korban tindak asusila.
Pelaku yang dilaporkan adalah Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto. Dia adalah Novita Arfyadi Putri, janda berusia 23 tahun asal Lirik, Kabupaten Inhu.
Untuk mengetahui siapa gerangan Putri, demikian janda berputra satu tersebut akrab disapa, riauterkinicom mewancarainya secara khusus melalui sambungan telephon dari Pekanbaru.
Saat ini Putri telah pindah mastautin atau tempat tinggal di ibukota, Jakarta, terhitung sejak ia mengundurkan diri sebagai pegawai honor Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Inhu pada 12 Maret 2014 lalu.
Kepada riauterkinicom, Putri menceritakan panjang lebar tentang dirinya dan mengapa akhirnya ia ‘rela’ membuka aib hidupnya dengan melaporkan Bupati Yopi ke Mabes Polri.
Tulisan awal ini dibuka dengan diterimanya Putri sebagai honor di Satpol PP Pemkab Inhu pada akhir 2009. Lokasi tugas pertama adalah Kantor Camat Lirik.
Kemudian pada awal 2010 Putri dipindahkan tugaskan ke Markas Satpol PP Inhu di Pematang Rebah. Selama delapan bulan tugas di sana, Putri diutasi lagi. Kali ini menjadi petugas jaga sekaligus resepsionis di ruang kerja Bupati Yopi Arianto.
Selain merupakan personil Satpol PP Pemkab Inhu, Putri juga merupakan mayoret marcing band Pemda setempat. Wajaha yang cantik dan posturnya yang semampai memang memenuhi syarat untuk menjadi penarik perhatian dalam setiap aksi dan penampilan marcing band.
“Saya dipindah tugas sebagai penerima tamu di ruang kerja Pak Bupati pada Agustus 2010,” tuturnya.
Tidak lama bertugas di tempat baru, suatu malam Putri menerima SMS dari nomor yang memang disimpannya dalam telephon genggam. Dari Bupati Yopi.
Sebagai bawahan Putri memang menyimpan nomor atasannya. Namun ia tidak tahu, dari mana Bupati Yopi mendapatkan nomor telephon genggamnya. “Ketika itu Pak Bupati nanya saya sedang di mana dan mengapa malam-malam belum tidur,” kenangnya.
SMS yang diterima setelah tiga bulan bertugas di depan ruang tugas Bupati Yopi tersebut menjadi awal hubungan dengan sang kepala daerah.
Sampai di situ semua masih normal dan Putri menganggap SMS dan telephon bupati sebatas perhatian atasan pada bawahan. ***(mad/bersambung)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

