Terobos Rakor KPK, Mahasiswa Riau Tuntut Penuntasan Kasus Tata Kelola Migas
Rabu, 13 April 2016 16:47 WIB
PEKANBARU - Kericuhan terjadi saat Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang melaksanakan supervisi di kediaman Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Rabu (13/4/2016) siang.
Hal itu terjadi sewaktu seorang pria yang mengaku sebagai anggota BEM dari Universitas Riau maju ke depan Saut dan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pria dengan kemeja almamater berwarna biru yang belum diketahui namanya itu menerobos ratusan peserta supervisi dan berniat membentangkan spanduk.
Belum sempat membentangkan spanduk bawaannya, petugas yang kecolongan langsung menarik paksa pria tersebut ke luar gedung. Hal itu bahkan menyebabkan mahasiswa tadi tersungkur ke tanah.
Selanjutnya, sejumlah petugas Satpol PP datang dan mengamannya ke pos di gerbang masuk kediaman Gubri. Saat digiring, pia itu meneriakkan agar KPK yang hadir saat ini mengusut dugaan korupsi dan tata kelola Migas di Riau.
Adapun kedatangan KPK ke Riau didampingi perwakilan Kemendagri, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, Kemen LHK, BPK dan LKPP. Mereka menggelar pendampingan terhadap tata kelola Pemda guna mencegah terjadinya korupsi di Riau.
Sebelumnya, Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menyatakan sudah 25 pejabat di Riau yang terjerat sejak lembaga Anti Rasuah itu berdiri.
Adapun pejabat yang terjerat di antaranya, tiga Gubernur Riau seperti Saleh Yazid, Rusli Zainal dan Annas Maamun. Kemudian tiga bupati, yaitu Bupati Siak Arwin As, Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar dan Bupati Kampar Burhanuddin.
Selanjutnya kepala dinas kehutanan mulai dari Asral Rachman dan Syuhada Tasman. Adapun bupati dan kepala dinas ini terjerat perkara kehutanan.
Berikutnya sejumlah anggota DPRD Riau, mulai dari Muhammad Dunir, Faisal Aswan, Abu Bakar Siddik, Muhammad Roem, Tengku Muhazza, Zulfan Heri, Turoechan Ashari, Adria Ali dan Syarief Hidayat.
Selanjutnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lukman Abbas. Pengusaha Rahmat dan supir pribadi Rusli, Said Faisal. Semuanya terjerat kasus suap PON Riau.
Berikutnya, KPK menjerat Gulat Manurung dan Marudut Siahaan dalam kasus suap alih fungsi lahan bersama Annas Maamun.
Terakhir dalam kasus suap APBD, Ahmad Kirjauhari. Sementara tersangka baru dalam kasus ini adalah mantan Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dan Bupati Rokan Hulu terpilih, Suparman.
(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Hukrim
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil Terjaring OTT KPK
-
Sosial
LINK Download Twibbon Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Gratis
-
Hukrim
Tersangka Korupsi Dana Zakat Baznas Dumai Tertangkap, Ini Sosoknya
-
Hukrim
Syamsuar Bungkam Perihal KPK Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun

