Industri Rumahan Dongkrak Ekonomi Perempuan Dumai

Advertorial Sabtu, 09 Maret 2019 14:43 WIB
DUMAI - Di Indonesia, jumlah penduduk perempuan hampir sama dengan jumlah penduduk laki-laki. Hal tersebut mendorong pentingnya keterlibatan perempuan secara aktif di berbagai bidang kehidupan untuk mendongkrak kesejahteraan bangsa Indonesia.

Bicara tentang kesetaraan antara perempuan dan laki-laki tidak melulu soal jumlah kedudukan di kursi parlemen. Lebih dari itu, mewujudkan kesejahteraan sebuah bangsa terdapat peran aktif perempuan didalamnya.

Untuk mengatasi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki khususnya bidang ekonomi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) mempunyai salah satu program unggulan yakni, Industri Rumahan (IR). 

Sebuah program yang berupaya memberdayakan kaum perempuan dengan melakukan wirausaha, dengan tujuan agar akses perempuan untuk sektor ekonomi terbuka lebar dan mengurangi kesenjangan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas PPPA Kota Dumai, Dameria. "Untuk mengukur kesejahteraan bangsa dapat menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan indikator komposit tunggal untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia," katanya. 

Terdapat 3 dimensi yang dapat diukur yakni, dimensi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir IPM Nasional telah mengalami peningkatan. 

Pada tahun 2015, angka IPM nasional mencapai 69.55 dan meningkat menjadi 70.81 pada tahun 2017. Sedangkan, IPM Provinsi Papua juga telah mengalami peningkatan dari 57.25 di Tahun 2015 menjadi 59.09 di tahun 2017.

Dameria menyampaikan, bila melihat Indsutri Rumahan (IR) atau usaha mikro mayoritas pelakunya adalah perempuan. Pihaknya telah merasakan dampak yang terjadi dengan adanya IR di Kota Dumai. 

"Sudah mulai banyak perempuan pelaku usaha yang mengembangkan usaha mikronya. Sudah banyak juga manfaatnya dirasakan oleh seluruh kaum perempuan di Kota Dumai," ujarnya.
"Kami berharap dengan adanya dukungan dari pemerintah dapat terus mengembangkan usaha mikro perempuan. Sebab, berjayalah bangsa ini jika perempuan dan anak mendapatkan kesejahteraan," tambah.

Berbagai upaya harus terus dilakukan untuk memperkecil tingkat kesenjangan gender dengan memberdayakan kaum perempuan termasuk di bidang ekonomi. Kebijakan di berbagai aspek untuk perlahan mengurangi masalah kesenjangan ini sangat diperlukan. 

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu ada sinergi yang sungguh-sungguh dengan dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan masyarakat. Saya yakin ini bisa menjadi kekuatan bagi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di masa depan," katanya. 

Sebagai data pendukung, jumlah pelaku Industri Rumahan di Dumai alami kenaikan 10 persen setiap tahun. Sebagai kota industri, Kota Dumai memiliki pertumbuhan yang baik dari segi usaha.

Performa Industri Rumahan menurut data Disperindag Kota Dumai tumbuh dalam skala yang baik dan sehat. "Saat ini, ada sekitar ribuan yang tumbuh kembang di Dumai per 2018," kata Kadisperindag Dumai Zulkarnaen.

Disampaikannya, pihaknya selaku OPD membawahi para pegiat industri selalu melakukan pembinaan dan pengarahan terhadap pelaku industri tersebut. "Tahun lalu, angka pelaku IR di Dumai berkisar diangka ratusan dan sekaran ribuan. Ini kan bagus untuk pertumbuhan ekonomi kota," sebutnya.

Dia memaparkan, kebanyakan pelaku industri di Dumai merupakan pengusaha kuliner yang terhampar di jalan-jalan arteri di Kota Dumai. Zulkarnaen menghimbau, agar para pelaku usaha tersebut selalu menjaga performa usahanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota.

"Misalnya, dengan menjaga usahanya tertib berjualan dan kebersihan lingkungan saja sudah cukup untuk memancing pembeli masuk dan bertransaksi bersama pedagang," tutupnya.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai.

(Advertorial)
Tags DPPPA DumaiPemko Dumai
Komentar