• Home
  • Infotorial
  • Upaya Pemerintah Wujudkan Kota Dumai Ramah Anak dan Perempuan

Upaya Pemerintah Wujudkan Kota Dumai Ramah Anak dan Perempuan

Advertorial Jumat, 08 Maret 2019 14:00 WIB
Kepala Dinas PPPA Kota Dumai, Dameria, SKM, M.Si foto bersama dengan pegawai dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dalam mendukung program pembangunan.
DUMAI - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Dumai mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahun. Bentuknya bukan hanya kekerasan fisik, melainkan juga psikis, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Pelakunya pun bukan hanya orang luar, tetapi juga berasal dari lingkungan terdekat. 

Fakta tersebut menyadarkan masyarakat bahwa diperlukan upaya masif untuk mencegah kasus tersebut melalui gerakan masyarakat agar dapat menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak. Upaya tersebut terus digerakkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Dumai.

Sejauh ini pemerintah Kota Dumai telah berhasil melakukan berbagai terobosan inovatif dalam pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Pemerintah Kota Dumai bertugas membangun komitmen politik, menguatkan upaya penggalangan sumber daya yang diperlukan dan menyusun target tujuan, dan strategi pelaksanaan program penghapusan kekerasan terhadap anak. 
"Masalah ini menjadi perhatian kita bersama. Tidak salah pemimpin kita mengeluarkan perpu hukuman, bahkan kebiri, juga sampai hukuman mati untuk para pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kekerasan pada anak dan perempuan akan merembet ke masalah sosial ekonomi, serta kejahatan lainnya," ujar Kepala Dinas PPPA Kota Dumai, Dameria, SKM, M.Si.

Dameria mengatakan, kedudukan perempuan itu tinggi. Di Indonesia, kata dia, akses pendidikan untuk laki-laki dan perempuan sudah setara, bahkan didominasi oleh perempuan. 

"Namun sayangnya, ketika di dunia kerja, jumlah perempuan lebih sedikit daripada laki-laki. Jelas bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk kecerdasan intelektual. Itulah mengapa perlu dukungan lebih untuk perempuan dalam berkarier," ucapnya.

Dameria juga menjabarkan beberapa hal yang dapat menghentikan kekerasan pada anak dan perempuan juga kesenjangan ekonomi.

"Lewat peningkatan kualitas SDM, yaitu pendidikan. Kemudian menanamkan nasionalisme sehingga perempuan dan laki-laki bisa hidup berdampingan. Selain itu peran orangtua dalam menjadi teladan bagi anak. Artinya tidak saling menjelek-jelekkan, tetapi bekerja sama sebagai partner dalam mendidik anak," ujarnya.

Ia juga menekankan, untuk mewujudkan daerah yang ramah anak dan perempuan dimulai dari keluarga. Orangtua yang kasar pada anak, suami yang kasar pada istri, maka mereka juga mencetak generasi yang sama seperti mereka, yaitu kasar terhadap anak dan perempuan.

"Kekerasan keluarga bukan cuma anak dan perempuan yang jadi korban. Tetapi perempuan juga berpontensi menjadi pelaku. Rumah seharusnya menjadi tempat teraman, harus diusahakan supaya selalu aman," tuturnya.

Untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi, Dinas PPPA memliki program 3ENDS. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi perempuan dan anak demi mewujudkan Dumai yang ramah perempuan dan anak.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai.

(Advertorial)
Tags DPPPA DumaiPemko Dumai
Komentar