Bayi Menderita Gizi Buruk Ada di Pekanbaru

Sabtu, 25 April 2015 17:15 WIB
PEKANBARU - Di tengah upaya percepatan pembangunan berbasis ekonomi dan teknologi di Pekanbaru, ternyata masih ada warganya yang menderita gizi buruk. 

Adalah Sonya Mutiara Kholbi (9), putri semata wayang Annisa Erita (37) warga Jl Utama Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru sudah cukup lama menderita gizi buruk.

Di usianya yang sudah mencapai 9 tahun, berat badan Sonya Mutiara Kholbi hanya 9,2 kilogram saja. Kaki dan tangannya hanya tulang dibalut kulit saking kecilnya.

Menurut Annisa yang sehari-harinya berdagang jagung bakar, Sonya sempat jatuh dari tempat tidur sewaktu usia 7 bulan. Sejak saat itulah, kondisi Sonya mulai menurun hingga saat ini berusia 9 tahun berat badannya hanya 9,2 kilogram saja.

"Sonya hanya bisa tergolek saja mengharapkan perawatan dari saya. Dengan kondisi itu, saya jadi tidak memiliki waktu untuk berjualan jagung bakar. Apalagi saya sudah pisah dengan bapak si Sonya," terang Annisa.

Diani, paramedis khusus gizi Puskesmas Harapan Raya mengatakan bahwa Sonya sempat dirawat di Puskesmas Harapan Raya. Namun karena tidak memiliki dokter spesialis anak, akhirnya Sonya dirujuk ke Puskesmas Simpang Tiga.

"Sebenarnya, jika Sonya tidak memiliki penyakit penyerta, ia bisa dirawat di Puskesmas Simpang Tiga. Namun karena ada beberapa penyakit penyerta, akhirnya harus dirujuk ke RS Petala Bumi," terang Diani.

Disinggung rujukan ke RS Arifin Achmad, Diani mengatakan bahwa Sonya merupakan pasien Jamkesda. Sesuai jalurnya, rujukan harus ke RS Petala Bumi terlebih dahulu. Jika memang dibutuhkan, pasien Jamkesda bisa saja dirujuk ke RSUD Arifien Achmad.

"Tadinya, rujukan ke RS Petala Bumi akan dilakukan hari ini, namun karena dokter anaknya tidak ada, maka rujukan akan dilaksanakan Senin (27/4/15)," terangnya.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar