- Home
- Lingkungan
- Babi Hutan Bantai Seorang Petani di Kuansing
Babi Hutan Bantai Seorang Petani di Kuansing
Sabtu, 01 Februari 2014 17:10 WIB
TELUK KUANTAN - Seekor babi hutan mengamuk, menyeruduk, dan menggigit salah seorang warga Desa Koto Kombu, Jumat (31/1/14).
Warga Desa Koto Kombu yang diketahui bernama Mansyur (57) tengah menoreh getah di kebun miliknya yang terletak di Desa Sumpu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing.
Mansyur mengalami luka serius di bagian kakinya. Beruntung Mansyur sempat melawan sehingga nyawanya bisa tertolong. Akibat kejadian itu Mansyur langsung di larikan ke rumah salah seorang perawat terdekat. Setelah mendapatkan perawatan, Mansyur baru diperbolehkan pulang.
Mansyur menuturkan, saat menorah getah di kebun miliknya, tiba-tiba ada seekor babi hutan yang menyerangnya sehingga dia jatuh telentang. Setelah korban jatuh, babi hutan terus menyerangnya dan korban berusaha melawannya, namun beberapa bagian di kedua kakinya justru digigit babi itu.
"Waktu menoreh getah, posisi saya merunduk. Tiba-tiba dari arah belakang babi hutan tersebut menyeruduk. Setelah berusaha melawannya, saya terjatuh ke parit dan kemudian saya lari," katanya seperti ditirukan salah seorang warga Desa Lubuk Ambacang, Uud kepada riauterkinicom menceritakan.
Menurut Uud, kejadian serupa kerap terjàdi dikalangan petani karet, sebelumnya, salah seorang warga Desa Koto Kombu, Sima (60) diamuk beruang.
Akibat kejadian itu, Sima mengalami luka hebat dibagian kepala, namun nyawa Sima beruntung masih bisa diselamatkan kendatipun luka yang dialaminya dibagian kepala mendapatkan ratusan jahitan.***(dri)
Warga Desa Koto Kombu yang diketahui bernama Mansyur (57) tengah menoreh getah di kebun miliknya yang terletak di Desa Sumpu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing.
Mansyur mengalami luka serius di bagian kakinya. Beruntung Mansyur sempat melawan sehingga nyawanya bisa tertolong. Akibat kejadian itu Mansyur langsung di larikan ke rumah salah seorang perawat terdekat. Setelah mendapatkan perawatan, Mansyur baru diperbolehkan pulang.
Mansyur menuturkan, saat menorah getah di kebun miliknya, tiba-tiba ada seekor babi hutan yang menyerangnya sehingga dia jatuh telentang. Setelah korban jatuh, babi hutan terus menyerangnya dan korban berusaha melawannya, namun beberapa bagian di kedua kakinya justru digigit babi itu.
"Waktu menoreh getah, posisi saya merunduk. Tiba-tiba dari arah belakang babi hutan tersebut menyeruduk. Setelah berusaha melawannya, saya terjatuh ke parit dan kemudian saya lari," katanya seperti ditirukan salah seorang warga Desa Lubuk Ambacang, Uud kepada riauterkinicom menceritakan.
Menurut Uud, kejadian serupa kerap terjàdi dikalangan petani karet, sebelumnya, salah seorang warga Desa Koto Kombu, Sima (60) diamuk beruang.
Akibat kejadian itu, Sima mengalami luka hebat dibagian kepala, namun nyawa Sima beruntung masih bisa diselamatkan kendatipun luka yang dialaminya dibagian kepala mendapatkan ratusan jahitan.***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

