- Home
- Lingkungan
- Banjir Rendam Jalan dan Ratusan Rumah Penduduk di Dumai
Banjir Rendam Jalan dan Ratusan Rumah Penduduk di Dumai
Sabtu, 07 Desember 2013 00:11 WIB
DUMAI - Beberapa hari belakangan ini wilayah kota Dumai sedang dirundung hujan lebat dan pasang air laut sehingga mengakibatkan banjir disejumlah kawasan. Banjir musiman itu kini melanda Jalan Ombak, Jalan Kandis, Jalan Anggur, Jalan Simpang Tetap, Jalan Dock Yard dan merendam ratusan rumah penduduk.
Pantau dilapangan, Jumat (6/12/13) sore ini kondisi ketinggian banjir masih tinggi dan merendam rumah penduduk. Rumah penduduk yang terendam banjir itu di Jalan Kandis Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota. Kawasan itu setiap musim hujan tiba dan pasang air laut menjadi langganan banjir.
Afrianto (40) warga Jalan Kandis kepada wartawan mengatakan, banjir yang melanda lingkungannya itu sudah menjadi langganan. Pasalnya, kawasan lingkungan tempat tinggalnya itu berada di daerah rendah sehingga tidak bisa menampung debit air dengan jumlah banyak. "Lingkungan kami sangat rendah, sehingga terkena banjir," katanya.
Dengan kondisi ini, beberapa warga yang tinggal di Jalan Kandis tersebut mengharapkan adanya perbaikan saluran drainase dari pemerintah setempat. Tidak itu saja, warga juga meminta kepada Pemko Dumai untuk meninggikan kondisi Jalan Kandis yang kini sudah tertutup dengan ketinggian air banjir. "Kami butuh perhatian pemerintah," ujarnya.
Sementara pemicu banjir lagi yaitu kondisi luapan air sungai. Seperti di kawasan Jalan Anggur, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota.
Kawasan pemukiman itu sudah tiga hari digenangi oleh air. Genangan air yang ada membuat aktifitas warga di sekitar kawasan itu terganggu. Betapa tidaknya, banjir masuk hingga merendam rumah mereka.
Tampak genangan air sempat tinggi. Hal itu membuat para pengendara sepeda motor terpaksa mendorong sepeda motor milik mereka. Sebab genangan air membuat mesin sejumlah sepeda motor mati mendadak. Sebagian warga di pemukiman juga tampak melakukan pembersihan sampah. Tampak banyak sekali sampah yang hanyut dari sungai saat, air meluap.
Camat Dumai Kota, Budi Hasnul menyebut bahwa genangan air yang ada di beberapa pemukiman warga wilayah Dumai Kota terjadi akibat luapan air sungai. Kemudian ditambah curah hujan yang cukup tinggi di Dumai belakangan ini. Hasilnya, kata Budi, air menggenangi jalan dan pemukiman warga. Sebab air sungai meluap ditambah hujan yang mengguyur Dumai.
Oleh sebab itu, petugas kebersihan pun sudah ditugaskan. Guna menjaga pintu keluar air. Kemudian membantu proses pembersihan sampah yang ada akibat air sungai meluap."Petugas Kebersihan sudah kita kerahkan untuk membantu membersihkan sampah yang menumpuk," ujar Budi.
Sementara itu, ketika ditanya tentang saluran air yang masih tahap pengerjaan, Budi menjelaskan bahwa saat ini saluran air masih sedang dalam pengerjaan. Ditambahkannya, bila pengerjaan saluran drainase sudah rampung, diharapkan genangan air yang menggenangi kawasan itu bisa dihindari. "Semoga saluran drainase di kawasan itu segera rampung," pungkasnya.***(die)
Pantau dilapangan, Jumat (6/12/13) sore ini kondisi ketinggian banjir masih tinggi dan merendam rumah penduduk. Rumah penduduk yang terendam banjir itu di Jalan Kandis Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota. Kawasan itu setiap musim hujan tiba dan pasang air laut menjadi langganan banjir.
Afrianto (40) warga Jalan Kandis kepada wartawan mengatakan, banjir yang melanda lingkungannya itu sudah menjadi langganan. Pasalnya, kawasan lingkungan tempat tinggalnya itu berada di daerah rendah sehingga tidak bisa menampung debit air dengan jumlah banyak. "Lingkungan kami sangat rendah, sehingga terkena banjir," katanya.
Dengan kondisi ini, beberapa warga yang tinggal di Jalan Kandis tersebut mengharapkan adanya perbaikan saluran drainase dari pemerintah setempat. Tidak itu saja, warga juga meminta kepada Pemko Dumai untuk meninggikan kondisi Jalan Kandis yang kini sudah tertutup dengan ketinggian air banjir. "Kami butuh perhatian pemerintah," ujarnya.
Sementara pemicu banjir lagi yaitu kondisi luapan air sungai. Seperti di kawasan Jalan Anggur, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota.
Kawasan pemukiman itu sudah tiga hari digenangi oleh air. Genangan air yang ada membuat aktifitas warga di sekitar kawasan itu terganggu. Betapa tidaknya, banjir masuk hingga merendam rumah mereka.
Tampak genangan air sempat tinggi. Hal itu membuat para pengendara sepeda motor terpaksa mendorong sepeda motor milik mereka. Sebab genangan air membuat mesin sejumlah sepeda motor mati mendadak. Sebagian warga di pemukiman juga tampak melakukan pembersihan sampah. Tampak banyak sekali sampah yang hanyut dari sungai saat, air meluap.
Camat Dumai Kota, Budi Hasnul menyebut bahwa genangan air yang ada di beberapa pemukiman warga wilayah Dumai Kota terjadi akibat luapan air sungai. Kemudian ditambah curah hujan yang cukup tinggi di Dumai belakangan ini. Hasilnya, kata Budi, air menggenangi jalan dan pemukiman warga. Sebab air sungai meluap ditambah hujan yang mengguyur Dumai.
Oleh sebab itu, petugas kebersihan pun sudah ditugaskan. Guna menjaga pintu keluar air. Kemudian membantu proses pembersihan sampah yang ada akibat air sungai meluap."Petugas Kebersihan sudah kita kerahkan untuk membantu membersihkan sampah yang menumpuk," ujar Budi.
Sementara itu, ketika ditanya tentang saluran air yang masih tahap pengerjaan, Budi menjelaskan bahwa saat ini saluran air masih sedang dalam pengerjaan. Ditambahkannya, bila pengerjaan saluran drainase sudah rampung, diharapkan genangan air yang menggenangi kawasan itu bisa dihindari. "Semoga saluran drainase di kawasan itu segera rampung," pungkasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

