• Home
  • Lingkungan
  • Kabut Asap Makin Pekat, Riau Dominasi Jumlah Hotspot di Sumatera

Kabut Asap Makin Pekat, Riau Dominasi Jumlah Hotspot di Sumatera

Senin, 15 September 2014 18:14 WIB

PEKANBARU - Meski hotspot di sejumlah daerah di pulau Sumatera, Senin (15/9/2014) terpantau mengalami penurunan, namun intensitas kepekatan asap kian bertambah. 

Terbukti, hasil pantauan BMKG Senin sore, kabut asap telah menyelimuti 3 kawasan di Riau. Selain itu, pantauan hotspot menunjukkan, untuk wilayah Sumatera, titik panas didominasi oleh Riau.

Tiga kawasan tersebut adalah Pekanbaru, dengan jarak pandang hanya berkisar di 6 Kilometer (smoke), Rengat dengan 3 Kilometer (smoke), serta terendah di Pelalawan dengan jarak pandang hanya berkisar di 500 Meter (Smoke).

Kondisi ini, terjadi akibat pergerakan arah angin yang tercatat masih bergerak dari arah selatan menuju utara pulau Sumatera, sehingga secara tak langsung, Riau terkena imbas kabut asap ditambah lagi dengan produksi asap akibat karhutla yang juga terjadi di wilayah Riau sendiri, yang kembali mendominasi keseluruhan jumlah hotspot untuk pulau Sumatera. "Angin masih bertiup dari selatan menuju utara Sumatera," ungkap kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Pada hasil pemantauan Senin petang, pukul 16.00 Wib, Satelit Terra dan Aqua dari BMKG memantau sedikitnya terdapat 86 titik panas di Sumatera, dimana 51 titik diantaranya berada di Riau. 

Hotspot ini, tersebar di delapan area kabupaten, yakni Rohil dan Siak dengan 2 titik panas, Inhil dan Bengkalis dengan 3 titik panas, Kuansing 6 titik panas, Kampar 7 titik panas, Inhu 8 titik panas, dan Pelalawan 20 titik panas.

"Sementara itu, untuk titik api (firespot,red) BMKG memantau sedikitnya ada 14 titik api di Riau, dimana Bengkalis dan Rohil terdapat 1 titik api, Inhu dan Kampar 2 titik api, Kuansing 3 titik api, dan Pelalawan terdapat 5 titik api," tukas Sugarin.

Sementara, Kepala Bidang Data BNPB Pusat, Agus Wibowo, Senin sore menyebutkan, Riau pada pantauan terakhir cukup mendominasi jumlah titik panas di Sumatera. Ini disinyalir juga menjadi penyebab kembali munculnya kabut asap dibeberapa kawasan.***(hrc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar