• Home
  • Lingkungan
  • Warga Buluh Kasap di Dumai Tahan Alat Berat Kontraktor

Kerjakan Drainase Tak Sesuai Rencana,

Warga Buluh Kasap di Dumai Tahan Alat Berat Kontraktor

Senin, 15 September 2014 19:22 WIB

DUMAI - Puluhan warga Buluh Kasap hentikan pengerjaan proyek penggalian drainase di jalan Datuk Laksamana. Pasalnya pengerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai ini melenceng dari rencana awal, dan hendak menjebol pintu air warga setempat.



Akibatnya, warga menahan alat berat milik kontraktor yang sedang bekerja hingga pengerjaan tidak dapat dilanjutkan. Keresahan warga ini muncul, akibat kesemena-menaannya pekerjaan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai dilapangan.



Dimana yang pengerjaannya dilakukan melalui Kontraktor penerjaan proyek PT. Kemuning Yoga Pratama dan Konsultan Pengawas CV.Faja Bahari dengan nilai kontrak mencapai angka Rp6,6 miliar lebih tersebut.



"Sejak beberapa hari lalu warga sudah memantau pengerjaan drainase yang dilakukan oleh Dinas PU, karena menurut warga hal ini merupakan tindakan positif pemerintah untuk menangani banjir di lokasi Buluh Kasap," kata Herman, warga Buluh Kasap, Senin (15/9/14).



Dijelaskannya, dari sekian hari pengerjaan, tampaknya proses pengerjaan dilakukan seenaknya saja oleh pihak pekerja dengan menggali drainase yang dalam untuk diisikan beton dan menggali medan jalan tak sesuai perencanaan dari awalnya.



Menurut Herman, pengerjaan ini banyak menyimpang dan merusak taman. Bahkan pihak pekerja juga beralasan tidak mau mengikuti tahap awal, karena harus menyelamatkan pohon yang digadang-gadangkan sebagai objek Kalpataru.



Persoalan ini juga tidak ketahui oleh pihak dari Kelurahan. Maka dari itu, warga sekitar meminta agar seluruh pihak terkait dapat menyikapi hal ini hingga warga sekitar tidak perlu khawatir dan merasa diresahkan lagi.



Sementara salah seorang tokoh masyarakat Buluh Kasap yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD kota Dumai, Syahrial Amini juga mengakatan bahwa keluhan masyarakat Buluh Kasap ini harus segera ditanggapi secara tegas oleh pihak terkait.



Karena menurut Syahrial, pengerjaan proyek ini sudah membuat warga sekitar merasa resah dan menimbulkan ketidaknyamanan.



“Sudah merupakan suatu tindakan yang wajar jika warga sekitar menyampaikan keluhannya. Karena hal ini memang sudah menjadi hak setiap warga setempat yang juga turut mengawasi jalannya proyek drainase ini," tegasnya.



Pihaknya berharap kepada Dinas PU, Lurah, Kontraktor, dan tokoh masyarakat Buluh Kasap harus duduk bersama-sama mencari jalan keluar permasalahan ini agar pengerjaan dapat kembali berjalan dan dapat terselesaikan tepat waktu.



Pantauan dilapangan, cukup banyak terjadi kejanggalan dalam proyek drainase yang telah menghabiskan Anggaran Rp6,6 miliar. Dari bangunan drainase yang menggunakan cerocok mahang kecil, sedangkan beton drainase yang akan ditanam memiliki berat hingga hitungan ton.



Dilokasi lain juga tampak plang pekerjaan ini dipasang juah dari titik lokasi pengerjaan, dimana plang dipasang disisi belakang proyek, dan berada dilokasi bersemak sehingga nyaris tidak dapat terlihat dari sisi badan jalan.***(Silvia)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar