- Home
- Lingkungan
- Masyarakat Dumai Kota Tolak Pembangunan Drainase
Masyarakat Dumai Kota Tolak Pembangunan Drainase
Selasa, 28 Oktober 2014 16:53 WIB
DUMAI - Masyarakat Dumai Kota menolak keras pembangunan drainase dari kelurahan Buluh Kasap yang akan ditembuskan ke kelurahan Dumai Kota. Pasalnya, jika drainase ini tetap ditembuskan, ini akan berakibat terjadi banjir di kelurahan Dumai Kota.
Dengan adanya persoalan itu masyarakat Dumai kota dan Dinas PU yang difasilitasi oleh Lurah Dumai Kota Agus Gunawan, mengadakan pertemuan antara masyarakat, Dinas PU dan pihak kontraktor.
"Kita akan fasilitasi antara warga dan Dinas PU agar sama-sama tau dan jelas. Krena pada hari sabtu yang lalu masyarakat sempat menghentikan pengerjaan drainase. Karena warga menolak sebab khawatir air dari Buluh Kasap akan lari Dumai Kota.
Sementara Ketua LPMK Dumai Kota, Nurdin Effendi mengatakan telah ada kesepakat dengan 15 RT dan warga yang ada di Dumai Kota menolak dan akan buat surat ke walikota dan dinas PU tentang penolakan ini.
"Ini kalau dilakukan Dumai kota akan banjir. Kami tetap menolak bangunan drainase atau box cover jangan dikerjakan dulu. Karena kalau ini dilakukan air akan ke tempat kami karena wilayah kami sangat rendah pasti air kesini, "tegasnya, Selasa (28/10/14).
Dan kalau mereka mau buatkan juga, katanya, buatkan drainse masing-masing yang tembus kelaut. Kalau di kelurahan Buluh Kasap buat sendiri dan Dumai Kota juga buatkan khusus.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan lurah Buluh Kasap tentang hal ini dan mereka memahami. Menurut Dinas PU mereka punya konsultan, tapi konsultan yang akurat itu warga yang tinggal disni karena tiap hari itu masyarakat yang mengalaminya, kami yang lebih tau dari konsultan. Sekali-sekali Pemerintah yang ikut warga, jangan masyarakat aja yang selalu ikut kebijakan pemerintah," ujar Ketua LPMK Dumai Kota.
Kedepan, kata Effendi, kalau Dinas PU buat pembangunan agar mengikut sertakan masyarakat dan RT agar tau masalahnya. Pada kesempatan rapat itu, Kepala Seksi Perencanaan Dinas PU, Riau Satria Alamsyah mengatakan, sebagian air akan dilirkan kelaut melalui PT Wilmar dan sebagian air melalui Dumai Kota.
"Karena tak ada solusi dari warga dan keputusannya harus dihentikan ya terpaksa kita ikuti. Kita tunggu surat keberatan yang diajukan warga melalui RT yang ada di Kelurahan Dumai Kota, ini sebagai dasar kita untuk meneruskan ke Kepala Dinas," katnya.***(Silvia)
Dengan adanya persoalan itu masyarakat Dumai kota dan Dinas PU yang difasilitasi oleh Lurah Dumai Kota Agus Gunawan, mengadakan pertemuan antara masyarakat, Dinas PU dan pihak kontraktor.
"Kita akan fasilitasi antara warga dan Dinas PU agar sama-sama tau dan jelas. Krena pada hari sabtu yang lalu masyarakat sempat menghentikan pengerjaan drainase. Karena warga menolak sebab khawatir air dari Buluh Kasap akan lari Dumai Kota.
Sementara Ketua LPMK Dumai Kota, Nurdin Effendi mengatakan telah ada kesepakat dengan 15 RT dan warga yang ada di Dumai Kota menolak dan akan buat surat ke walikota dan dinas PU tentang penolakan ini.
"Ini kalau dilakukan Dumai kota akan banjir. Kami tetap menolak bangunan drainase atau box cover jangan dikerjakan dulu. Karena kalau ini dilakukan air akan ke tempat kami karena wilayah kami sangat rendah pasti air kesini, "tegasnya, Selasa (28/10/14).
Dan kalau mereka mau buatkan juga, katanya, buatkan drainse masing-masing yang tembus kelaut. Kalau di kelurahan Buluh Kasap buat sendiri dan Dumai Kota juga buatkan khusus.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan lurah Buluh Kasap tentang hal ini dan mereka memahami. Menurut Dinas PU mereka punya konsultan, tapi konsultan yang akurat itu warga yang tinggal disni karena tiap hari itu masyarakat yang mengalaminya, kami yang lebih tau dari konsultan. Sekali-sekali Pemerintah yang ikut warga, jangan masyarakat aja yang selalu ikut kebijakan pemerintah," ujar Ketua LPMK Dumai Kota.
Kedepan, kata Effendi, kalau Dinas PU buat pembangunan agar mengikut sertakan masyarakat dan RT agar tau masalahnya. Pada kesempatan rapat itu, Kepala Seksi Perencanaan Dinas PU, Riau Satria Alamsyah mengatakan, sebagian air akan dilirkan kelaut melalui PT Wilmar dan sebagian air melalui Dumai Kota.
"Karena tak ada solusi dari warga dan keputusannya harus dihentikan ya terpaksa kita ikuti. Kita tunggu surat keberatan yang diajukan warga melalui RT yang ada di Kelurahan Dumai Kota, ini sebagai dasar kita untuk meneruskan ke Kepala Dinas," katnya.***(Silvia)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

