- Home
- Lingkungan
- Sudah 20 Tahun Pulau Rangsang Diterjang Abrasi
Sudah 20 Tahun Pulau Rangsang Diterjang Abrasi
Kamis, 27 Maret 2014 13:18 WIB
RANGSANG PESISIR - Abrasi yang terus menerus me nghantam daratan tebing Pulau Rangsang, kian parah. Luas bibir tebing daratan pulau terluar ini, semakin sempit terkikis ombak laut.
Sebaran abrasi yang menghantam pulau yang kaya akan bahan tambang minyak tersebut, diperkirakakan mencapai 500 meter sampai 900 meter di beberapa titik sebaran abrasi.
Dari sejumlah titik lokasi sebaran abrasi yang terjadi, Desa Telesung merupakan salah satu titik rawan abrasi yang paling parah. Luas kawsan pantai desa Telesung kini semakin panjang dan melabar.
Kasim, salah seorang warga desa Telesung, mengatakan, selama 20 tahun lalu tapak rumahnya masih berada jauh di daratan. Namun, dengan terjadinya abrasi yang terus menerus terjadi, kini tapak rumahnya sudah jauh meninggalkan daratan, sekitar 80 meter.
"Tidak hanya rumah saya yang berada diatas laut. Masih ada sekitar 70-80 unit rumah yang senasib dengan saya, terpaksa berumah diatas laut. Sudah lebih 15 tahun saya terpaksa berumah diatas laut," ungkapnya miris.
Terkadang kata dia, timbul rasa takut saat musim angin utara, gelombang dan angin sangat kuat dan rumah seperti bergeter diterjang ombak setiap air pasang naik. Maka dari itu, saben malam tiba rasa cemas menghatui warga di daerah itu.
Tidak adanya hutan bakau yang menjadi penyangga lanjut Hok Guan, menyebabkan proses abrasi yang terjadi semakin parah. Tanpa ada pemecah ombak, kawasan bibir tebing lamngsung menjadi titik pusat hempasan ombak Selat Malaka saat air pasang naik.
Akibat hantaman ombak yang kuat, bibir tebing yang rata-rata merupakan tanah organosol menjadi retak membentuk bongkahan-bongkahan selebar besar. Setiap hari terus diterjang ombak kuat, akibatnya retakan bongkahan tanah ambrol terjun ke laut.
"Bayangkan saja, sepanjang kawasan bibir pantai desa ini terus menyusut digerus abrasi. Dan setiap tahunnya, kawasan bibir tebing yang runtuh juga semain panjang kea rah laut membentuk kawasan pantai," ungkapnya.
Dikatakannya, sekilas memang menjadi pemandangan yang teduh, terlebih saat senja dan pagi hari. Namun dibalik itu semua, warga yang berumah diatas laut tersebut terus diliputi kecemasan takut rumahnya ikut runtuh ke laut diterjang ombak.
"Sebagian memang sudah ada yang pindah naik kedaratan, bagi yang memiliki tanah ataupun kebun kelapa. Tapi bagi warga yang tak punya tapak lokasi rumah yang lain, mau tak mau tetap bertahan berumag diatas laut berteman dengan ombak Selat Malaka," gerutunya.
Untuk mencegah agar abrasi tidak terus meluas, lanjutnya, masyarakat dengan cara swadaya membangun turap pengaman. Namun karena terbatasnya anggaran dana yang dipungut dari warga, panjang turap yang dibangun juga terbatas volumenya.
"Sudah lebih 200 meter turap pengamanan yang kita bangun. Kalau kita konversikan, biaya yang terserap untuk mmbangun turap ini kita perkirakan sudah lebih dari Rp2 miliar rupiah. Upaya ini akan terus kita lakukan, soalnya gedung sekolah di Telesung ini jug nyrais terancam terjun ke laut," katanya.
Ditempat terpisah Camat Rangsang Pesisir Idris Sampul turut membenarkan pemaparan warga terkait makin parahnya terjangan abrasi. Hampir sepanjang kawasan bibir pantai desa itu menjadi sasaran terjangan abrasi.
"Setiap tahun, luas daratan yang jatuh ke laut juga terus bertambah. Akibatnya, puluhan KK warga desa ini terpaksa berumah diatas laut, dan ada satu buah rumah lagi yang nyaris runtuh ke laut karena sudah berada diujung bibir tebing pantai," pungkasnya.***(hkc/fan/roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

