Warga Buluh Kasap Serbu Kantor Dinas PU Dumai
Senin, 15 September 2014 19:23 WIB
DUMAI - Warga Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur merasa kesal dengan pengerjaan drainase yang tidak sesuai dengan perencanaan awal. Dikarenakan ada taman tepatnya di jalan Hayam Wuruk menjadi sasaran pengrusakan akibat pembangunan drainase.
Maka Dinas PU dan kontraktor mengambil kebijakan pengerjaan drainase dilaihkan lebih kurang 2 atau 3 meter untuk menghindari taman tersebut. Dikarenakan hal itu, mereka mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum, Senin (15/9/14) untuk menyampaikan kekesalannya tersebut.
"Kita kelapangan saja untuk menyelesaikan masalah ini. Kita lihat langsung kondisinya mulai dari jalan Sudirman sampai kejalan Yos Sudarso. Jelaskan pada warga jangan tanpa koordinasi. Kami punya gambar, sama tidak gambar kami dengan Dinas PU," katanya Syarial.
Kemudian, khusus bagi pengawas tolong diperhatikan langsung kelapangan karena banyak pengerjaan dari kontraktor yang tidak sesuai standart.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Dumai, Syahril Amini, Lurah Buluh Kasap, Ketua LPMK Buluh Kasap dan perwakilan dari Polresta kota Dumai.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknis Cipta Karya, Riau Satria Alamsyah, mengatakan jika dilapangan ada hal-hal yang muncul bisa dilakukan perubahan. Dia mengatakan memang ada perubahan perencanaan awal dengan kondisi dilapangan.
"Solusinya pihak terkait ikut kelapangan. Apakah akan ikut dengan gambar atau sesuai kondisi lapangan. Kesepakatan apa yang di dapat besok pada saat turun kelapangan akan langsung didapat hasilnya," jelasnya menambahkan.
"Panjang drainase ini 732 meter dari jalan Yos Sudarso sampai jalan Sudirman, ukuran 3 x 1, 5 meter dan pagu anggaran 6, 7 milyar. Direncanakan akan selesai tahun ini," terangnya.
Pada kesempatan itu, Andri, Manager PT.Kemuning Pratama selaku kontraktor mengatakan, dialihkannya pengerjaan drainase ini karena ada taman disana, maka terpaksa dialihkan lebih kurang 2 sampai 3 meter.***(Silvia)
Maka Dinas PU dan kontraktor mengambil kebijakan pengerjaan drainase dilaihkan lebih kurang 2 atau 3 meter untuk menghindari taman tersebut. Dikarenakan hal itu, mereka mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum, Senin (15/9/14) untuk menyampaikan kekesalannya tersebut.
"Kita kelapangan saja untuk menyelesaikan masalah ini. Kita lihat langsung kondisinya mulai dari jalan Sudirman sampai kejalan Yos Sudarso. Jelaskan pada warga jangan tanpa koordinasi. Kami punya gambar, sama tidak gambar kami dengan Dinas PU," katanya Syarial.
Kemudian, khusus bagi pengawas tolong diperhatikan langsung kelapangan karena banyak pengerjaan dari kontraktor yang tidak sesuai standart.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Dumai, Syahril Amini, Lurah Buluh Kasap, Ketua LPMK Buluh Kasap dan perwakilan dari Polresta kota Dumai.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknis Cipta Karya, Riau Satria Alamsyah, mengatakan jika dilapangan ada hal-hal yang muncul bisa dilakukan perubahan. Dia mengatakan memang ada perubahan perencanaan awal dengan kondisi dilapangan.
"Solusinya pihak terkait ikut kelapangan. Apakah akan ikut dengan gambar atau sesuai kondisi lapangan. Kesepakatan apa yang di dapat besok pada saat turun kelapangan akan langsung didapat hasilnya," jelasnya menambahkan.
"Panjang drainase ini 732 meter dari jalan Yos Sudarso sampai jalan Sudirman, ukuran 3 x 1, 5 meter dan pagu anggaran 6, 7 milyar. Direncanakan akan selesai tahun ini," terangnya.
Pada kesempatan itu, Andri, Manager PT.Kemuning Pratama selaku kontraktor mengatakan, dialihkannya pengerjaan drainase ini karena ada taman disana, maka terpaksa dialihkan lebih kurang 2 sampai 3 meter.***(Silvia)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

