Nelayan Bantan Minta DKP Bangun Rumah Ikan
Selasa, 18 Februari 2014 17:37 WIB
BANTAN - Kelompok nelayan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Kecamatan Bantan (SNKB) kabupaten Bengkalis meminta kepada Pemkab Bengkalis melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) membangun rumah ikan di perairan Bantan.
Hal itu untuk menghindari kepunahan ikan serta biota laut akibat penangkapan ikan dengan menggunakan jaring besar.
Belum lama ini ketua SNKB Abu Samah mengatakan bahwa mereka sudah menyampaikan langsung kepada DKP untuk membuat program ikan di perairan Bantan. Karena pada tahun 2014 ini, SNKB mendapat informasi bahwa DKP membuat program rumah ikan di beberapa kecamatan guna pengembangbiakan ikan.
"Harapan kami nelayan Bantan, DKP Bengkalis juga menggulirkan program rumah ikan di kecamatan Bantan. Karena diyakini program rumah ikan tersebut dapat membantu nelayan tradisional dalam budidaya ikan serta menjaga kawasan periaran Bantan dari kepunahan ikanserta biota laut,” kata Abu Samah, Selasa (18/2) memberi alasan.
Disambung pria yang getol memperjuangkan nasib nelayan Bantan itu, nantinya di rumah ikan dpaat dikembangbiakan beberapa jenis ikan. Diantaranya adalah ikan merah, gerut, kerapu, malung dan lainnya. Setidaknya program rumah ikan itu dapat membantu para nelayan tradisional di Bantan.
Dibangun di Rupat
Menanggapi permintaan nelayan Bantan tersebut, Kepala DKP melalui Kepala Bidang Kelautan Ir.Azwir Abza, Selasa (1*/2) membenarkan kalau DKP tahun 2014 memprogramkan membuat rumah ikan.
Tetapi untuk tahun anggaran 2014 ini lokasinya tidak di perairan kecamatan Bantan, tetapi di Pulau Rupat. Bisa saja setelah dibangun di Pulau Rupat, DKP akan melanjutkan prgram tersebut ke kecamatan Bantan.
"Beberapa waktu lalu, sejumlah nelayan Bantan meminta kepada kita untuk membangun rumah ikan di wilayah mereka. Tetapi untuk tahun 2014 ini, kita prioritaskan dahulu di pulau Rupat, baru setelah itu dilanjutkan pada tahun berikutnya di kecamatan Bantan,”terang Azwir Abza.
Menurutnya, program rumah ikan bertujuan membantu nelayan tradisional dalam mengembangbiakan serta budidaya beberapa jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis. Dimana nantinya para nelayan dapat bersama ikut serta dalam budidaya ikan di tempat yang berlokasi di laut itu. (win)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

