• Home
  • Maritim
  • TNI AL Tangkap 15 Perompak Kapal Tongkang di Perairan Batam

TNI AL Tangkap 15 Perompak Kapal Tongkang di Perairan Batam

Hadi Pramono Senin, 02 Oktober 2017 19:53 WIB
BATAM - Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV mengerahkan Satuan Keamanan Laut (Satkamla), berupa Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor dan Unit I Jatanrasla yang menggunakan Sea Rider, hingga KRI Pulau Rusa-726 dari Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat (Guskamlaarmabar) beserta Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, untuk menangkap komplotan perompak di perairan Indonesia.

Laporan yang diperoleh dari ILO (International Liaison Officer) Singapura, ada aksi perampokan terhadap kapal jenis Tongkang (TK) LKH 7887 yang ditarik oleh Tug Boat (TB) Kim Hock Tug ‎9.

"Laporan itu juga berisikan tentang, perampokan kapal itu dilakukan oleh 15 orang tak dikenal dengan menggunakan 6 unit pompong. Mereka menduga perampok membawa solar dan kabel yang dimuat kapal itu," ujar Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Senin (2/10).

KAL Mapor mendeteksi keberadaan TB Kim Huck Tug 9 yang berada di Perairan Singapura. "KAL Mapor langsung melakukan shadowing serta melakukan kontak panggilan. Namun tak dijawab oleh awak TK LKH 7887," ucap Eko‎.

‎Beberapa saat kemudian, di bagian lain, WFQR Lanal Batam telah berhasil menangkap tiga unit pompong yang sebelumnya menaiki TK LKH 7887. Sedangkan tiga pompong lainnya, merapat ke dermaga Lanal Batam setelah diperintahkan untuk menyerahkan diri oleh WFQR Lanal Batam.

"Dari hasil ‎pemeriksaan awal, WFQR IV akhirnya mendapati bahwa aksi perampokan itu tak benar adanya. Ternyata, yang sebenarnya terjadi adalah aksi pencurian, yang dilakukan dengan kerjasama jahat alias persekongkolan oleh 15 orang tak dikenal dengan awak TK LKH 7887 dan TB Kim Huck Tug 9‎," ucap Eko.

Para awak pompong ini dapat menaiki TK LKH 7887 dengan mudah lantaran ada kerja sama jahat antara Anak Buah Kapal (ABK) TB Kim Huck dengan para orang tak dikenal untuk mengambil muatan di TB Kim Huck.

Adapun muatan yang diambil dari kapal TK 7887, antara lain berupa besi skrap, kabel dan 19 galon bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar sekitar 500 liter. Semuanya itu, diketahui telah dibayar seharga Rp15 juta oleh 15 orang tak dikenal.

Saat ini TB Kim Hug Tug 9 dan nahkoda beserta 8 orang ABK dan TK LKH 7887 termasuk 15 orang tak dikenal beserta 6 pompong yang berisi antara lain besi skrap, kabel dan BBM jenis Solar itu, diamankan di Lanal Batam untuk proses pemeriksaan lanjutan.

"Hasil ini akan disampaikan kepada ILO Singapura bahwa sesungguhnya tidak ada perampokan," ujar Eko seperti dikutip merdeka.com.

Langkah koordinasi diperlukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Lantamal IV demi memberikan rasa aman bagi pengguna laut yang melakukan berbagai aktivitas.

Eko juga mengimbau, apabila kapal-kapal yang melintas diperkirakan dalam situasi berbahaya dan apabila posisinya ditemukan oleh unsur TNI AL, diharapkan tak mendiamkan diri dan segera merespon saat dikontak.

(mdk/mdk)
Tags Bajak LautPerompakTNI AL
Komentar