- Home
- Pendidikan
- PKB Usulkan Penyetaraan Gaji Honor Madrasah dan Guru Honor Pemda
PKB Usulkan Penyetaraan Gaji Honor Madrasah dan Guru Honor Pemda
Rabu, 15 Januari 2014 19:55 WIB
BENGKALIS - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten melalui DPRD untuk menyetarakan gaji guru honor madrasah yang berada dibawah naungan Departemen Agama (Depag) dengan gaji guru sekolah umum (honor pemerintah daerah).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan supaya tidak menimbulkan kesenjangan dalam proses belajar mengajar di Negeri Junjungan. Demikian disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Bengkalis, Misliadi, SH.I kepada Pesisir Pos, Rabu (15/1). Dikatakannya bahwa penyetaraan perlu dilakukan pada dunia pendidikan karena setiap guru pada prinsipnya memiliki hak yang sama dalam memperoleh perhatian dari pemerintah
"Kita (PKB) di DPRD Bengkalis akan mengusulkan penyetaraan gaji guru honor madrasah dengan gaji guru honor Pemda, supaya tidak ada lagi kesenjangan-kesenjangan," Kata Misliadi yang juga ketua Karang Taruna Kabupaten Bengkalis ini
Disampaikan Misliadi bahwa honor guru madrasah saat ini hanya berkisar Rp. 500 ribu sampai Rp. 800 ribu sebulan, sedangkan honor guru Pemda mencapai Rp. 1,3 juta, padahal tugas pokok dan fungsi antara keduanya sama dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa
"Sudah saatnya kita menghilangkan perbedaan dan kesenjangan terhadap guru honor yang pada hakikatnya memiliki hak yang sama mendapatkan perhatian dari pemerintah," tambah Politisi muda yang terkenal vokal ini
Lebih lanjut dikatakan pentolan PKB Kabupaten Bengkalis ini bahwa pemerintah Kabupaten harus memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan dunia pendidikan, karena dari sistim pendidikan yang handal dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal pula untuk bersaing di masa mendatang
"Faktor utama yang sangat penting itu adalah memperhatikan kesejahteraan guru, termasuk guru madrasah yang bertungkus lumus dalam membangun SDM yang cerdas serta berakhlak," tandasnya
Oleh karena itulah kata Misliadi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis asal Rupat ini bahwa kedepan tidak boleh lagi dibeda-bedakan, antara guru honor madrasah dengan guru honor Pemda. "Tak boleh lagi dibeda-bedakan," Tutup Misliadi. (win/ias)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

