- Home
- Pendidikan
- Pengelolaan Dana BOS SDN 30 Sungai Alam Tak Jelas
Delapan Tahun Disalurkan,
Pengelolaan Dana BOS SDN 30 Sungai Alam Tak Jelas
Selasa, 30 September 2014 18:35 WIB
BENGKALIS - Cukup mencengangkan, padahal sejak 2006 hingga 2013 lalu dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) mulainya digelontorkan pemerintah pusat maupun daerah, pengelolaan alokasi anggaran untuk meningkatkan mutu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 30 Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis saat ini berjumlah 174 siswa dikelola secara tidak jelas dan seperti raib begitu saja.
Ironisnya, Kepala SDN 30 Sungai Alam Herdawati berdalih kesibukan memimpin sekolah tersebut tidak sempat memikirkan kemana arah penggunaan alokasi BOS yang telah disalurkan untuk para siswa di sekolah dan diterima setiap tahun telah mencapai setengah miliaran rupiah.
Herdawati juga menyangkal, bahwa seluruh program alokasi dana BOS yang melaksanakan pihak bendahara sekolah, sedangkan dirinya hanya mendatangani persetujuan.
"Disebabkan sibuk, dana BOS tiap tahun itu, dialokasikan untuk mengikuti kegiatan perlombaan siswa. Saya sebagai Kepsek hanya sebatas menandatangani pengeluaran dana BOS yang dari bendahara sekolah," katanya, Selasa (30/9/14).
Sementara itu, Bendahara Sekolah SDN 30 Sungai Alam Basrin dikonfirmasi mengatakan, terkait pengelolaan dana BOS itu, ia sendiri sempat mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan di Pekanbaru. Namun, saat ini telah mengundurkan diri menjabat sebagai bendahara karena tidak mau dijadikan kambing hitam persoalan dana BOS yang melibatkan dirinya.
“Saya sebagai bendahara sejak awal dana BOS diberlakukan 2006 sampai sekarang, baru sekali anak sekolah dibelikan baju dari dana BOS itu. Sedangkan untuk yang lainnya tidak ada, termasuk rehab meja kursi tempat siswa belajar," katanya menimpali.
"Makanya kemarin saya sudah mengajukan mengundurkan diri sebagai bendahara sekolah, sebab resikonya berat dan saya juga tidak mau dikambing hitamkan terkait pemyaluran dana BOS ini, tetapi pengunduran Saya ini tidak disetujui kepala sekolah dan sebelumnya sayapun pernah menyampaikan pada kepala sekolah, apa saja arah penyaluran dana BOS, tapi tidak pernah memperoleh tanggapan," terangnya.
Menurut salah seorang guru sekolah SDN 30 Sungai Alam Silfia menyebutkan tidak tahu menahu terkait dana BOS yang disalurkan pihak sekolah dari pusat tersebut. Karena khusus penyaluran dana BOS dan pelaksanaannya dilakukan bendahara dan kepala sekolah.
"Sejak dana BOS disalurkan pada 2006 sampai sekarang, belum ada tanda tanda dinikmati anak murid secara jelas, Saya dan 12 guru lainnya ya mengajar dengan apa adanya, walaupun meja kursi yang sudah tidak layak untuk tempat belajar yang seharusnya sudah direhab dengan dana BOS," tuturnya.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

