• Home
  • Politik
  • Benarkah Wacana Lengserkan Jokowi-JK dari Riau?

Benarkah Wacana Lengserkan Jokowi-JK dari Riau?

Jumat, 03 April 2015 15:17 WIB
PEKANBARU - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Riau menggelar aksi demo menuntut Presiden RI Jokowi dan Wapres JK di DPRD Riau. Mereka menuntut agar Jokowi tidak menggadaikan bangsa ini kepada asing.

Tuntutan utama dalam aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Hendro Mulyono ini agar Jokowi mundur dari kursi Presiden RI. "Dalam aksi Reformasi Jilid II ini kami menuntut turunkan Jokowi-JK," kata Hendro dalam maklumatnya.

Tidak hanya BEM, aksi ini juga melibatkan banyak elemen mahasiswa dari ekstra kampus. Alasannya karena pemerintah membuat rakyat makin menderita. "Kepalkan tangan, singsingkan lengan baju, rapatkan barisan," tegasnya. 

"Penguasa telah memilih diam diatas segala penderitaan. Mari kita sajikan pemberontakan!. Dari manapun asal organisasi ekstra kampusmu, dari manapun asal kampusmu, kalian membaur dalam Dwi Warna: Merah Putih!" ajaknya.

"Jangan biarkan Republik ini digadaikan, dihancurkan oleh anasir jahat tak berperikemanusiaan! Lawan! Turunkan Jokowi-JK, Indonesia Merdeka!"

Seperti diketahui, banyak pihak terutama mahasiswa sudah kecewa terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi-JK yang tidak populis. Di antaranya seperti menaikkan harga BBM yang berimbas kenaikan harga sembako. 

Mahasiwa pun dari berbagai daerah menuntut agar Jokowi-JK hengkang dari jabatannya. Puluhan aktivis dari 14 perguruan tinggi di Sumatera gelar aksi demo lanjutan di Kantor Gubernur Riau, Kamis (02/04/2015).

Mereka menyatakan kekecewaannya kepada presiden Jokowi yang dinilai telah melukai perasaan rakyat. Diantaranya, kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah beberapa kali terjadi.

"Jokowi memang presiden pilihan rakyat, tapi kebijakannya justru tidak berpihak kepada rakyat," kata koordinator aksi Olgi Andaya dalam orasinya.

Ada enam tuntutan yang disampaikanPerhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Indonesia (Popmasepi):

1. Mendesak pemerintah untuk memaksakan pembaharuan agraria.
2. Hentikan impor beras.
3. Optimalkan pelaksanaan dan pemerataan pembangunan irigasi pertanian.
4. Mendesak pemerintah merealisasikan pembukaan 9 juta hektar laan untuk pertanian.
5. Turunkan harga BBM serta
6. Meminta kepada Joko Widodo turun dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Aksi ini diikuti dari berbagai universitas di Sumatera seperti Unri, UIN Suska, Universitas Andalas Sumatera Barat, Universitas Islam Sumatera Utara, dua dari 8. Universitas Provinsi Aceh.

Sekarang sudah muncul isu bahwa gerakan reformasi untuk melengserkan sang pemimpin sudah dihembuskan. Kabaranya, pelengseran pemimpin RI itu berangkan dari Provinsi Riau. Benar apa tidaknya kabar ini, simak terus informasinya disini.

(rdk/rd)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Jokowi-JK
Komentar