• Home
  • Politik
  • Partai NasDem Dumai Minta Hilangnya Sutrisno Tak Dipolitisir

Partai NasDem Dumai Minta Hilangnya Sutrisno Tak Dipolitisir

Senin, 21 September 2015 17:55 WIB
DUMAI - Untuk meluruskan kabar terkait belum adanya kabar Sutrisno, anggota DPRD Dumai yang duduk di Komisi I, usai perjalanan dinas di Pekanbaru, tidak ada kaitanya dengan tidak mengikuti arahan partai Nasional Demokrat (NasDem) pada Pilkada Kota Dumai. 

Penegasan ini secara langsung disampaikana Paruntungan S Pane, rekan Sutrisno di Partai NasDem yang juga anggota DPRD Dumai, Senin (21/9). "Tolong diluruskan kabar itu dan ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada Dumai. Sutrisno sendiri sebagai Kader Partai NasDem, sangat loyal dan sudah menjalankan kebijakan dari partai," tegasnya. 

Dirinya juga tidak menampik kabar Sutrisno, belum ada kabar setelah melaksanakan perjalanan dinas di Pekanbaru. Bahkan belum adanya kabar ini, Partai NasDem Dumai juga telah membentuk tim untuk mencari keberadaan Sutrino tersebut. Karena, Sutrisno sendiri merupakan kader potensial dan cukup loyal terhadap Partai NaDem dalam rangka mendukung program pemerintahan. 

"Sangat disayangkan jika hilangnya Sutrisno ini dikaitkan pilkada Dumai, yang katanya tidak mendukung salah satu kandidat. Kabar itu tidak benar, semua itu salah. Sutrisno merupakan kader sangat loyal dengan partai. Kami menginginkan pilkada Dumai ini kondusif dan berjalan damai serta jangan kaitkan masalah ini dengan Pilkada," tegas Paruntungan. 

Sementara Anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Edi Sepen, mengakui bertemu terakhir kali dengan Sutrisno pada Kamis pekan lalu. Edi mengatakan, Sutrisno bersama rombongan termasuk dia, berkunjung ke Pekanbaru dalam kepentingan dinas, yakni berkonsultasi hukum di Biro Hukum Pemerintah Provinsi Riau.

"Terakhir saya ketemu dengan beliau (Sutrisno) hari Kamis (16/9). Waktu itu dia izin untuk membeli rokok di luar (luar hotel). Perjalanan dinas dilakukan sehari dan menginap di Hotel Grand Elite Pekanbaru. Besoknya, hari Kamis (16/9), kami berencana mau balik ke Dumai, namun Sutrisno izin untuk membeli rokok. Tapi enggak balik-balik. Kami sangat lama menunggunya hingga akhirnya lebih dulu pulang ke Dumai," kata Edi, seperti dilansir dari Antara, Senin (21/9).

Edi mengatakan, awalnya dia dan rekan sesama legislator Dumai lainnya tidak berprasangka buruk. Namun kemudian didapat kabar jika Sutrisno tak kunjung pulang hingga Sabtu (19/9) pekan lalu.

Sejauh ini, lanjut Edi, kabar tentang keberadaan Sutrisno masih simpang siur. Ada yang mengatakan dia disekap oleh orang tak dikenal, ada juga mengabarkan mengalami kecelakaan.
"Namun yang jelas, kami sudah menyampaikannya ke partai bersangkutan (NasDem) tentang hilangnya salah satu kader politik mereka," ujar Edi.

Awak media pun sudah mencoba mengontak nomor telepon Sutrisno berulang kali, tetapi tidak aktif. Sementara pihak keluarga mengaku sebelumnya sempat mendapat pesan singkat (SMS) dari nomor Sutrisno, jika dia memang sedang disekap oleh orang tak dikenal.

Meski begitu, Edi selaku teman baik Sutrisno mengaku telah menerima informasi itu. Walau demikian, dia menyatakan itu masih sebatas isu yang perlu diperdalam untuk mencari tahu kebenarannya.

"Sampai malam ini, kami juga belum bisa menghubungi yang bersangkutan. Nomor teleponnya tidak aktif-aktif. Besok kami akan mencoba mencari tahu di mana dan ke mana sebenarnya Sutrisno selama tiga hari hilang," ucap Edi. 

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar