14 Desa Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan di Meranti
Minggu, 19 Januari 2014 21:00 WIB
SELATPANJANG - Empat belas desa yang ada di Kepulauan Meranti, menghibahkan lahan yang akan dijadikan sebagai kawasan pelabuhan. Pemberian ini dimaksudkan guna mendukung rencana pemerintah kabupaten yang akan membangun sarana dan prasarana pelabuhan di desa-desa tersebut.
"Kita mengapresiasi dukungan masyarakat desa itu, melalui pemerintahan desa yang telah berfikir maju untuk membangun desa ke depan. Dengan demikian, pemerintah daerah akan mudah melaksanakan pembangunan itu," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Meranti H Ardhani, kemarin.
Diakuinya, terobosan yang dilakukan 14 pemerintahan desa tersebut sangat diapresiasi. Sehingga persoalan lahan yang kadang menjadi salah satu kendala klasik dalam setiap rencana pembangunan itu, tidak akan terjadi.
Menurutnya pihaknya saat ini telah memproses sertifikat atas lahan-lahan yang dihibahkan pemerintah desa itu. Sebab salah satu prasyarat penting dalam setiap rencana pembangunan, status lahan menjadi modal dasar atau modal utama dan juga menjadi salah satu fariabel menentukan maju mundurnya sebuah pembangunan.
Bahkan lahan kadang menjadi penentu jadi tidaknya sebuah rencana pembangunan itu. Dengan penyerahan lahan itu, berarti kita telah memiliki modal dasar yang kuat untuk membuat rencana peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan di masa datang.
Kadishub juga berharap kepada seluruh desa yang memiliki akses pelabuhan agar mengikuti langkah yang telah diambil oleh 14 desa dimaksud. Artinya lanjut Ardhani, hal ini menunjukkan dukungan kuat pemerintah desa dalam mendukung rencana pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.
Apalagi dari 96 desa di Kabupaten Kepulauan Meranti umumnya memiliki area pelabuhan. Jadi, sesuai rencana pemerintah daerah, seluruh pelabuhan yang ada nantinya akan ditata dan ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Untuk itu memang diperlukan lahan dermaga dan pelabuhan yang tidak harus diganti rugi lagi. Sebab jika toh untuk membangun tapi harus mengganti rugi lahan, maka perjalanan pembangunan itu akan sangat lamban, bahkan mungkin terkendala.
Seperti biasa, setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan pemerintah, maka kesempatan itu kadang digunakan pihak lain untuk mencari keuntungan pribadi.
“Inilah salah satu kendala terkait ketersediaan lahan untuk areal pembangunan itu. Dengan penyerahan lahan yang dilakukan berbagai desa tersebut akan sangat mendukung rencana pemerintah dalam membangun sarana dan prasarana pelabuhan,” pungkas Ardhani.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

