• Home
  • Sosial
  • EMP Malacca Strait SA Bantu Air Bersih di Pulau Padang

EMP Malacca Strait SA Bantu Air Bersih di Pulau Padang

Jumat, 28 Februari 2014 16:10 WIB

PULAU PADANG - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) EMP Malacca Strait SA (EMP MSSA) memberikan bantuan air layak minum untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi. 

Bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat, khususnya di Desa Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Humas Energi Mega Persada (EMP) Heru Hardono, mengatakan, bantuan air layak minum sebanyak 3.000 liter per hari tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kian keringnya sumber air bersih di masyarakat. 

Bantuan ini mulai disalurkan sejak 1 Februari 2014 dan terus berlangsung hingga sekarang. "Perusahaan berharap, hal ini dapat membantu kebutuhan air bersih masyarakat di saat kondisi kurang baik seperti sekarang ini," ucap Heru.

Seperti diketahui, sebagian wilayah Provinsi Riau termasuk Pulau Padang di Kabupaten Kepulauan Meranti ini, tengah mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Kondisi ini semakin buruk akibat ketiadaan hujan.

Kemarau panjang ini menyebabkan sumur, sungai, pond dan parit di sekitar permukiman warga mengering. Sehingga, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih.

Sumur masyarakat yang berupa air gambut pun sudah banyak yang kering. Sedangkan air hujan yang menjadi andalan untuk memasak dan minum sudah dua bulan lebih tidak turun.

Semua itu mengakibatkan masyarakat di Desa Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air bersih. Karena, air galon isi ulang harganya mencapai Rp14.000 per galon dan besar kemungkinan akan mengalami kenaikan harga.

Meskipun EMP Malacca Strait memiliki program water maker Aqura, namun produksinya hanya mampu memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat. Hal ini terjadi karena kemarau panjang membuat persediaan air baku menipis.

Aqura merupakan salah satu program CSR EMP MSSA di bidang ekonomi. Water maker ini memproduksi air dengan harga Rp8.000 per galon agar terjangkau oleh masyarakat sekitar.

Disamping itu pada Ahad (23/2/2014) lalu, para pekerja di Kurau Base Camp melakukan Sholat Istisqa, untuk meminta rahmat dari Allah SWT agar diberikan nikmat hujan. Hal ini merupakan bentuk tawakal kepada Allah di samping berikhtiar.

"Kita berdoa, semoga musim kemarau segera berakhir dan musim penghujan segera tiba. Sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi serta kebutuhan air bersih untuk masyarakat kembali terpenuhi," sebut Heru.***(rud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar