PMD Minta Kades di Rangsang Barat Sampaikan SPj ADD
Kamis, 25 September 2014 14:44 WIB
SELATPANJANG - Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), meminta seluruh kepala desa di daerah itu untuk segera menyampaikan Surat Pertanggungjawaban (SPj) tentang penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap 1 sebesar 60 persen.
“Kami sudah surati 12 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Rangsang Barat sejak tanggal 15 September 2014 lalu, untuk segera menyampaikan SPj atau laporan tentang penggunaan ADD Tahap 1 sebesar 60 persen,” ujar Kasi PMD Kecamatan Rangsang Barat, Mashudi Karyadinata SHi, di Bantar, Rabu (24/9).
Menurutnya, penyampaian SPj ADD itu mestinya sudah dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Desa, mengingat pencairan ADD Tahap 1 sudah dilakukan sejak lama, yakni pada bulan Juni 2014 lalu.
“Ini juga untuk memudahkan serta memperlancar kegiatan pemantauan dan evaluasi oleh Tim Verifikasi tingkat Kecamatan, sehingga nantinya tidak menghambat proses pencairan ADD Tahap 2 sebesar 40 persen, yang dalam waktu dekat segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” ucapnya.
Mashudi menjelaskan, setiap tiga bulan sekali pihaknya melakukan inspeksi pembinaan kepada seluruh Pemerintah Desa Se-Kecamatan Rangsang Barat. Inspeksi pembinaan itu dimaksudkan untuk memantapkan sistem administrasi pelayanan masyarakat di setiap Kantor Desa.
“Sedangkan untuk memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur, kami menjadwalkan agenda peninjauan khusus ke lapangan, berdasarkan laporan SPj pelaksanaan yang disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, untuk dicek kebenarannya di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, tambah Mashudi, setiap ada kegiatan rapat bersama seluruh Kepala Desa, dirinya sering menyampaikan agar penggunaan Alokasi Dana Desa bisa terarah sesuai sistem dan peruntukan. “Kami juga melibatkan petugas pendamping desa sebagai tempat konsultasi pelaksanaan administrasi pelaporan ADD,” tutupnya.***(mcr-fan)
“Kami sudah surati 12 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Rangsang Barat sejak tanggal 15 September 2014 lalu, untuk segera menyampaikan SPj atau laporan tentang penggunaan ADD Tahap 1 sebesar 60 persen,” ujar Kasi PMD Kecamatan Rangsang Barat, Mashudi Karyadinata SHi, di Bantar, Rabu (24/9).
Menurutnya, penyampaian SPj ADD itu mestinya sudah dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Desa, mengingat pencairan ADD Tahap 1 sudah dilakukan sejak lama, yakni pada bulan Juni 2014 lalu.
“Ini juga untuk memudahkan serta memperlancar kegiatan pemantauan dan evaluasi oleh Tim Verifikasi tingkat Kecamatan, sehingga nantinya tidak menghambat proses pencairan ADD Tahap 2 sebesar 40 persen, yang dalam waktu dekat segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” ucapnya.
Mashudi menjelaskan, setiap tiga bulan sekali pihaknya melakukan inspeksi pembinaan kepada seluruh Pemerintah Desa Se-Kecamatan Rangsang Barat. Inspeksi pembinaan itu dimaksudkan untuk memantapkan sistem administrasi pelayanan masyarakat di setiap Kantor Desa.
“Sedangkan untuk memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur, kami menjadwalkan agenda peninjauan khusus ke lapangan, berdasarkan laporan SPj pelaksanaan yang disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, untuk dicek kebenarannya di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, tambah Mashudi, setiap ada kegiatan rapat bersama seluruh Kepala Desa, dirinya sering menyampaikan agar penggunaan Alokasi Dana Desa bisa terarah sesuai sistem dan peruntukan. “Kami juga melibatkan petugas pendamping desa sebagai tempat konsultasi pelaksanaan administrasi pelaporan ADD,” tutupnya.***(mcr-fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

