• Home
  • Sosial
  • Pemkab Siak Gunakan Sistem I-Siknas Kontrol Peternak Sapi

Pemkab Siak Gunakan Sistem I-Siknas Kontrol Peternak Sapi

Jumat, 08 Januari 2016 09:44 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) tidak lagi mengontrok perkembangan peternak sapi menggunakan sistem manual.

Saat ini pemerintah melakukan pengontrolan perkembangan sapi ternak menggunakan Sistem Kesehatan Nasional (I-Siknas).

"Masing-masing kecamatan kini bisa langsung melapor melalui SMS gate way. SMS langsung dikirim ke server yang ada di provinsi. Dari server dikirim ke pusat kementrian pertanian, yakni Dirjen peternakan dan keaehatan hewan," terang Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla), Kamis (7/1/2016).

Menurut dia, dengan menggunakan I-Siknas, pihaknya cepat mengetahui perkembangan dan kondisi sapi-sapi ternak. Apalagi, petugas pengguna server sudah ada di setiap desa. Sehingga, tidak ada manipulasi data dari setiap sentra peternakan.

"I-Siknas ini mempersingkat mata rantai pelaporan, dan menjaga keakuratan data. Sebelum penyakit hewan ternak menjalar, kita sudah bisa merespon lebih cepat," kata dia.

Penerapan sistem ini sudah diterapka pada pertengahan 2015 lalu. Siatem ini juga terintegrasi secara nasional. Sedangkan petugas pengguna server ada 12 orang dan para medis 8 orang di Siak.

"Alhamdulillah, dengan sistem ini kita juga cepat mengambil kebijakan. Jauh lebih baik, dulu kita kan manual, jadi virus pada ternak duluan menyebar dari tindakan," papar dia.

Populasi Sapi Ternak Capai 20.300 Ekor

Populasi sapi ternak di Siak mencapai 20.300 ekor. Jumlah tersebut mengalami perkembangan signifikan di akhir tahun 2015 lalu.

"Angka itu sudah di atas target. Sebab, kami hanya menargetkan populasi sapi ternak tahun 2015 sebanyak 20 ribu ekor, ternyata melebihi target 300 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Siak.

Populasi sapi ternak pada tahun 2000 hanya 4.000 ekor. Pada tahun 2013 mengalami perkembangan menjadi 9.000 ekor. Setelah 2 tahun populasi sapi ternak meningkat 20.300 ekor.

Ia menjelaskan, untuk peningkatan populasi sapi ternak di Siak butuh perjuangan panjang. 

Pihaknya terus berupaya mendatangkan bantuan penambahan bibit sapi, baik dari pemerintah pusat maupun dari provinsi. Selain itu pihaknya juga memprogramkan berbagai kegiatan terkait sapi ternak di APBD Kabupaten Siak.

Pada tahun 2013, pihaknya dapat bantuan bibit sapi dari APBN sebanyak 1.200 ekor. Bantuan dari APBN tahun 2014 sebanyak 90 ekor dan APBD Siak sebesar 280 ekor. Sementara pada
tahun 2015, akumulasi bantuan sapi dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Siak sebanyak 610 ekor.

"Semuanya sudah kita serahkan kepada kelompok peternak. Ini menambah motivasi bagi peternak," kata dia.

(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar