• Home
  • Sosial
  • Pemko Dumai Tingkatkan Kwalitas Hidup Manusia

Pemko Dumai Tingkatkan Kwalitas Hidup Manusia

Selasa, 15 Juli 2014 22:07 WIB

DUMAI - Salah satu prioritas pembangunan daerah ini adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana Indikator keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI), yang didasarkan oleh tiga parameter.

Tiga parameter IPM Dumai terdiri dari angka harapan hidup, pencapaian pendidikan (angka melek hurup dan lamanya pendidikan), serta dayabeli masyarakat/faktor ekonomi masyarakat. Hal itu sesuai dengan pencapaian IPM yang mencakup tiga komponen utama, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Wali Kota Dumai Khairul Anwar mengatakan IPM Kota Dumai senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, IPM Kota Dumai mencapai 78,73 yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 78,25.

“Capaian ini masih jauh lebih tinggi dari pencapaian IPM Provinsi Riau, yaitu sebesar 76,91 dan juga IPM Nasional sebesar 73,29," ujar wako.

Wako juga menyebutkan, jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, IPM Kota Dumai jauh meningkat, IPM Kota Dumai tahun 2009 sebesar 77,3. Angka tersebut meningkat menjadi 77,75 di tahun 2010, tahun 2011 IPM Kota Dumai 78,25, Tahun 2012 78,25 dan tahun 2013 78,73.

Peningkatan nilai IPM tersebut merupakan indikasi keberhasilan kinerja pembangunan manusia yang terkait dengan peningkatan kapasitas dasar penduduk yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Dia menjelaskan, peningkatan IPM di Kota Dumai erat kaitannya dengan situasi perekonomian Kota Dumai yang secara keseluruhan cenderung membaik. Membaiknya situasi perekonomian ini ditandai dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi per tahun yang secara rata-rata tumbuh sekitar 8 persen selama empat tahun terakhir.

Harus diakui, bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan syarat perlu dalam pembangunan manusia yang secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak perbaikan terhadap peningkatan kapasitas dasar penduduk. Namun demikian masih ada persyaratan lain yang harus dilaksanakan secara konsisten, yakni pemerataan distribusi pendapatan dan alokasi belanja publik yang memadai.

Dengan melakukan dua hal ini maka kapabilitas dasar penduduk secara bertahap akan dapat ditingkatkan yang kesemuanya akan terangkum dalam nilai IPM. Berdasarkan data IPM 2013, angka harapan hidup masyarakat Kota Dumai 71,64 tahun, angka kematian bayi sebesar 14,70/1.000 KH, angka kematian balita 16,90/1.000 KH, angka kematian ibu melahirkan 64,49/100.000, persentase balita dengan gizi buruk 0, dan persentase balita dengan gizi kurang 0,31 persen. Angka tersebut menunjukan tingkat kesehatan warga dikota Dumai cukup baik.

Tingginya IPM Kota Dumai juga dipengaruhi oleh angka melek hurup, angka melek hurup merupakan persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis. angka melek hurup ini digunakan sebagai indikator pendidikan yang digunakan untuk mengetahui banyaknya penduduk yang melek huruf di suatu daerah.

Semakin tinggi nilai melek huruf berarti makin baik mutu penduduk di wilayah tersebut. Rata-rata lama Sekolah usia 15 tahun ke atas di seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki.

Kemudian angka melek huruf kota Dumai adalah 99.35 persen angka yang cukup memuaskan. Dari angka rata-rata Lamanya Pendidikan/Sekolah Masyarakat Kota Dumai adalah 9,73 tahun, hal ini sudah sesuai dengan program pemerintah dengan wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun. ***(advertorial/humas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar