Penjabat Gubernur Riau Tak Lakukan Mutasi Pejabat
Senin, 25 November 2013 14:53 WIB
PEKANBARU - Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Djohermansyah Djohan memastikan tidak akan lagi melakukan mutasi pejabat semasa ia menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning.
Djohermansyah lebih memilih untuk fokus menuntaskan pekerjaan yang tertunda selama masa transisi. Hal ini diungkapkannya kepada sejumlah wartawan usai memimpin apel, Senin (25/11/2013) pagi.
Djohermansyah Djohan menyerahkan proses mutasi kepada Gubernur baru yang terpilih di Pilgubri 27 November mendatang.
"Mengenai hal-hal prinsip seperti mutasi, itu saya serahkan kepada Gubernur baru saja nanti. Jadi saya pastikan tidak ada mutasi-mutasi ini. Saya ingin menuntaskan pekerjaan yang tertunda selama kekosongan jabatan kemarin saja," ujarnya.
Dijelaskannya, selama menjadi Pj, dirinya ingin fokus mensukseskan Pilgubri putaran kedua. Selain itu, pekerjaan rumah yang perlu mendapat pengawalannya adalah pembahasan APBD perubahan dan RAPBD 2014.
"Seperti apa yang saya sampaikan pada pelantikan lalu, Pilgubri harus kita sukseskan, dan yang lebih penting lagi kita harus memastikan roda pemerintahan ini berjalan optimal. APBD Perubahan dan RAPBD 2014 harus kita gesa," tandasnya.
Disisi lain, sebagai orang pusat yang menjabat sebagai Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan berjanji akan menggunakan powernya untuk menyelesaikan semua persoalan daerah yang ada di pusat.
"Saya ini kan orang pusat, saya masih menjabat sebagai Dirjen Otda, dan saya akan menggunakan power saya dalam menyelesaikan persoalan daerah yang ada di pusat," cetusnya.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

