• Home
  • Sosial
  • Rencana Lockdown Pekanbaru, Gubri Sebut Karantina Wilayah Harus Disetujui Pusat

Rencana Lockdown Pekanbaru, Gubri Sebut Karantina Wilayah Harus Disetujui Pusat

Riauterkini.com Kamis, 02 April 2020 15:49 WIB
ubri sebut kebijakan karantina wilayah harus disetujui pemerintah pusat. Ada dua acuan bagi Pemda ingin menetapkan karantina wilayah tersebut.
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menegaskan bahwa kebijakan karantina wilayah harus lebih dulu mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Gubri usai menggelar sosialisasi terkait Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat, dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Rabu (1/4/20) di Gedung Daerah.

"Karantina wilayah sudah ditegaskan oleh bapak presiden (Joko Widodo), harus seizin dari pemerintah pusat. Artinya tidak mudah kita menetapkan karantina wilayah, apalagi ini sudah keluar Kepres yang baru," kata Syamsuar.

Dia katakan, untuk melakukan karantina wilayah, tentunya pemerintah daerah harus mengacu kepada kedua aturan tersebut.

Gubri menerangkan, sebagai tidak lanjut dari aturan peraturan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau akan meningkatkan status dari siaga darurat bencana non alam, menjadi tanggap darurat bencana non alam.

"Ini dalam rangka bagaimana kita semua tahu bagaimana kondisi Indonesia ini darurat kesehatan. Penerapan sama saja, artinya kita bisa lebih siap untuk mengahadapi segala kemungkinan yang terjadi," ujar Gubri.

Walikota Pimpin Rapat Rencana Lockdown Pekanbaru

Dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan mengambil sikap dan kebijakan untuk melakukan karantina wilayah (lockdown).

Rencana ini dimusyawarahkan dalam rapat percepatan penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Pekanbaru bersama jajaran, yang dilaksanakan di kantor Wali Kota Pekanbaru yang berada di Kecamatan Tenayan Raya, Selasa (31/3/20).

Rapat tersebut dihadiri seluruh jajaran, mulai dari kepala dinas dan seluruh camat yang ada di Kota Pekanbaru. Rapat yang digelar maraton tersebut juga dimaksudkan untuk mengkalkulasi segala hal yang diperlukan untuk menerapkan karantina wilayah.

Usai rapat tersebut Wali Kota mengatakan bahwa Pemko sudah menyampaikan rencana tersebut ke Gubernur. Sebelumnya pada teleconferen Wali Kota kepada Pemerintah Pusat, Wali Kota pun juga sudah menyampaikan hal yang sama dan sangat dukung penuh untuk dilaksanakan.

"Ya kita akan lockdown wilayah kita," ujar Wali Kota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT, usai rapat tersebut.

Pemko kata Wali Kota, akan melakukan validasi data terhadap berapa jumlah masyarakat yang kurang mampu untuk diberi bantuan selama lockdown tersebut diterapkan.

"Ditengah anggaran yang terbatas ini, dan setelah kita mengkalkulasi berapa kebutuhan anggaran berdasarkan jumlah penduduk kita, maka kita akan menyiapkan lebih dari 100 Milyar untuk lockdown," kata Wali Kota.

Selain itu, Pemko Wali Kota selama pelaksanaan lockdown nanti, semua pintu masuk kedatangan, baik melalui udara, laut, dan darat akan ditutup.

"Semua akan kita tutup. Apalagi dari zona merah, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan terlebih dari Malaysia," kata Wali Kota.

Pelaksanaan locdown nanti, masyarakat Pekanbaru kata Wali Kota juga tidak dibolehkan keluar rumah, kecuali untuk beli obat ke apotik dan membeli beberapa kebutuhan makanan.

"Itupun nanti harus ada semacam surat jalan yang ditunjukkan. Dan masih banyak lagi beberapa hal yang kita ambil dalam percepatan penanganan Covid-19, untuk menjaga keselamatan warga jika lockdown diterapkan," katanya.
Tags Gubernur RiauLockdownPemko PekanbaruPemprov RiauVirus CoronaVirus Covid-19Virus Covid 19
Komentar