Terbesar Kedua di Riau, Pelayanan UPT Samsat Duri Mengecewakan
Kamis, 30 Januari 2014 18:39 WIB
DURI - Meski tercatat sebagai pendapatan terbesar kedua setelah Kota Pekanbaru, namun pelayanan yang diberikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Duri masih tampak memprihatinkan.
Dari pantauan riauterkini.com dilapangan, Kantor Dipenda Kota Duri yang berlamat di Jalan Desa Harapan, Kelurahan Air Jamban tampak sempit dan sumpek. Ramainya masyarakat yang berurusan tampak gelisah saat menduduki sejumlah bangku yang sudah tampak reot meski terbuat dari besi diruang tunggu.
Tidak hanya reot, atap berteduh yang hanya terbuat dari kanopi transparan, membuat suasana gerah semakin tampak dengan beberapa kali masyarakat terus mengusap cucuran keringat.
"Panas sekali disini bang, padahal ini masih pagi. Gimanaa kalau siang hari, lagian pelayanan yang diberikan sangat lamban," keluh Murni salah seorang warga yang mengaku mengurus pajak sepeda motornya.
Memprihatinkannya layanan yang diberikan tersebut semakin diperparah lagi dengan ketidak seriusan sanh Nahkoda, Said Tarmizi yang jarang ngantor sehingga sedikit menyulitkan sejumlah urusan.
"Pak Said jarang masuk Pak, kami tidak tahu kemana beliau," ujar salah seorang pegawai yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada riauterkini.com.
Ditempat terpisah, Kepala UPT Dipenda Kota Duri Said Tarmizi saat dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon genggamnya, Kamis (30/1/14) tak kunjung tersambung.
Seperti diketahui sebelumnya, Pendapatan UPT Dipenda Kota Duri pada tahun 2013 melebihi target yang ditentukan sebesar Rp 83 Milliar lebih dari target yang diberikan sebesar Rp 79 Milliar. Namun sayang, fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak masih dari apa yang diharapkan.***(hen)
Dari pantauan riauterkini.com dilapangan, Kantor Dipenda Kota Duri yang berlamat di Jalan Desa Harapan, Kelurahan Air Jamban tampak sempit dan sumpek. Ramainya masyarakat yang berurusan tampak gelisah saat menduduki sejumlah bangku yang sudah tampak reot meski terbuat dari besi diruang tunggu.
Tidak hanya reot, atap berteduh yang hanya terbuat dari kanopi transparan, membuat suasana gerah semakin tampak dengan beberapa kali masyarakat terus mengusap cucuran keringat.
"Panas sekali disini bang, padahal ini masih pagi. Gimanaa kalau siang hari, lagian pelayanan yang diberikan sangat lamban," keluh Murni salah seorang warga yang mengaku mengurus pajak sepeda motornya.
Memprihatinkannya layanan yang diberikan tersebut semakin diperparah lagi dengan ketidak seriusan sanh Nahkoda, Said Tarmizi yang jarang ngantor sehingga sedikit menyulitkan sejumlah urusan.
"Pak Said jarang masuk Pak, kami tidak tahu kemana beliau," ujar salah seorang pegawai yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada riauterkini.com.
Ditempat terpisah, Kepala UPT Dipenda Kota Duri Said Tarmizi saat dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon genggamnya, Kamis (30/1/14) tak kunjung tersambung.
Seperti diketahui sebelumnya, Pendapatan UPT Dipenda Kota Duri pada tahun 2013 melebihi target yang ditentukan sebesar Rp 83 Milliar lebih dari target yang diberikan sebesar Rp 79 Milliar. Namun sayang, fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak masih dari apa yang diharapkan.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

