Yulwiriati Pamit dari Posisi Dirut RSUD
Rabu, 19 Februari 2014 19:30 WIB
PEKANBARU - Di hadapan Mendagri Gamawan Fauzi, Yulwiriati Moesa minta izin pamit dari jabatan sebagai Direktur Utama (RSUD) Arifin Achmad. Hal itu terkait larangan dari undang-undang yang menyatakan jabatan Dirut RSUD harus berlatar belakang dokter. Sementara Yulwiriati sendiri, hanya berlatar belakang Apoteker (Apt) plus strata dua (S2) master sain (MSi).
"Saya meminta maaf dan pamit karena adanya perturan yang menyatakan Dirut RSUD harus dari dokter, sementara saya hanya apoteker," kata Yulwiriati, di sela-sela peresmian Gedung Kelas III RSUD Arifin Achmad Rabu (19/2).
Namun begitu, ia mengkalim selama kepemimpinannya, sudah banyak kemajuan yang dilakukannya, dengan menjadikan RSUD jauh lebih dikenal, baik dari pelayanan kesehatan maupun sarana dan prasarana yang dimiliki RSUD saat ini.
Menurut Yulwiriati, Gedung Kelas III tersebut telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana kesehatan, termasuk fasilitas penunjang lainnya, untuk memberikan pelayanan kepada pasien.
Total jumlah tempat tidur saat ini di RSUD berjumlah 752 unit, bertambah dari sebelumnya 577 unit. Sedangkan tim medis berjumlah 100 orang.
Untuk pendapatan, pada 2012 hanya sebesar Rp26 miliar. Sementara pada 2013 meningkat tajam menjadi 198 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan, semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD, terutama pasca berubahnya status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada September 2010 lalu.
Tidak hanya itu, RSUD juga sudah mendapatkan beberapa penghargaan seperti piala Prima Citra dan ISO.
Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan tidak ingin terlalu jauh membahas soal larangan Dirut RSUD seorang Apoteker. Namun begitu, niat baik Yulwiriati mengembangkan RSUD, patur dihargai.
Mendagri juga memuji Yulwiriati yang terus berusaha agar RSUD itu mengalami kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah penghargaan yang didapat RSUD, termasuk meningkatnya pendapatan RSUD. ***(mok)
"Saya meminta maaf dan pamit karena adanya perturan yang menyatakan Dirut RSUD harus dari dokter, sementara saya hanya apoteker," kata Yulwiriati, di sela-sela peresmian Gedung Kelas III RSUD Arifin Achmad Rabu (19/2).
Namun begitu, ia mengkalim selama kepemimpinannya, sudah banyak kemajuan yang dilakukannya, dengan menjadikan RSUD jauh lebih dikenal, baik dari pelayanan kesehatan maupun sarana dan prasarana yang dimiliki RSUD saat ini.
Menurut Yulwiriati, Gedung Kelas III tersebut telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana kesehatan, termasuk fasilitas penunjang lainnya, untuk memberikan pelayanan kepada pasien.
Total jumlah tempat tidur saat ini di RSUD berjumlah 752 unit, bertambah dari sebelumnya 577 unit. Sedangkan tim medis berjumlah 100 orang.
Untuk pendapatan, pada 2012 hanya sebesar Rp26 miliar. Sementara pada 2013 meningkat tajam menjadi 198 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan, semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD, terutama pasca berubahnya status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada September 2010 lalu.
Tidak hanya itu, RSUD juga sudah mendapatkan beberapa penghargaan seperti piala Prima Citra dan ISO.
Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan tidak ingin terlalu jauh membahas soal larangan Dirut RSUD seorang Apoteker. Namun begitu, niat baik Yulwiriati mengembangkan RSUD, patur dihargai.
Mendagri juga memuji Yulwiriati yang terus berusaha agar RSUD itu mengalami kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah penghargaan yang didapat RSUD, termasuk meningkatnya pendapatan RSUD. ***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

