Jatah BBM Subsidi Bengkalis Dijual ke Kepulauan Meranti
Selasa, 11 Maret 2014 08:52 WIB
BENGKALIS - Jatah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dialokasikan untuk Pulau Bengkalis dijual keluar daerah, salah satunya ke Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Aksi penjualan tersebut dilakukan melalui Desa Ketam Putih Kecamatan Bengkalis.
'Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena seharusnya BBM yang dialokasikan ke Bengkalis tidak boleh dijual keluar,' ujar Camat Bengkalis, Rusli Moneh dalam rapat Komunikasi Intelijen Daerah (Kominda) di Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Senin (10/3/2014).
Kalau melihat kondisi jumlah kendaraan bermotor di Bengkalis, rasanya tidak mungkin akan terjadi kelangkaan mengingat setiap hari jumlah BBM khususnya premium yang masuk cukup banyak.
Namun, kenyataannya kelangkaan sering terjadi dan diduga salah satu penyebabnya karena penjualan BBM ke Pulau Padang melalui Ketam Putih.
'Sangat memungkinkan BBM bersubsidi ini dijual kesana, karena di sana kan banyak kilang-kilang, misalnya kilang sagu,' ujar Rusli.
Dirinya berharap dugaan penjualan BBM ke luar daerah Bengkalis ini perlu segera disikapi mengingat kelangkaan BBM yang terjadi bisa menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.
Apalagi dalam waktu dekat akan diselenggarakan pesta Demokrasi Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April mendatang, seyogyanya pelaksanaan Pemilu tersebut hendaknya berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa kendala apapun.***(and)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

