Mentri ESDM: Chevron Harus Mampu Sumbang 40 Persen Minyak Nasional
Jumat, 13 Februari 2015 08:50 WIB
PEKANBARU - Permasalahan yang mendera PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) atas kasus proyek bioremediasi menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Sudirman Said.
Untuk itu, ia melakukan blusukan dengan melihat langsung ke ladang minyak terbesar di Tanah Air di areal Duri, Kamis (12/2) kemarin. Dalam blusukan itu, dia juga melihat langsung aktivitas di 6.000 sumur yang dimiliki.
"Kami banyak mendengar pemaparan tentang masalah-masalah di daerah, hal-hal seperti bioremediasi ini. Makanya kami ingin melihat langsung penjelasan pihak terkait (PT CPI, red)," kata Sudirman Said usai kunjungan, kepada Riau Pos di VIP Bandara SSK II Pekanbaru.
Sudirman Said tiba di Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB. Bersama rombongan ia disambut Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman beserta jajaran. Menteri ESDM itu langsung bertolak ke Duri menggunakan helikopter.
Selain terkait bioremediasi, hal lain yang menjadi perhatiannya adalah operasional di lapangan. Dengan efisiensi yang dilakukan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, ternyata mampu menghemat sampai 400 juta dolar AS pada 2014.
"Dengan menggunakan monitoring system yang memungkinkan operasi bisa dikontrol secara IT based. Dari 6.000 sumur yang dimiliki, sistem ini sudah menjangkau sampai 25 persennya. Penghematan yang luar biasa dan sistem yang sangat baik," pujinya.
Lebih lanjut diceritakan Sudirman, lapangan minyak Duri memang merupakan salah satu daerah yang punya kontribusi besar migas di Indonesia. Jika diestimasikan, bisa menembus angka produksi sampai 300 ribu barel/hari atau 40 persen target lifting minyak nasional sebesar 825 ribu barel/hari.
"Sebanyak 300 ribu barel/hari target kita. Atau mampu memenuhi 40 persen dari total target nasional," ujarnya usai berkunjung sekitar lima jam di Duri.
Masih terkait kunjungan, Menteri ESDM mengaku mendapat banyak penjelasan mengenai efisiensi dan penyederhanaan. Di mana perbaikan proses lebih efektif misalnya untuk sumur. Sistem tersebut dapat melakukan pekerjaan sampai selesai bisa dimonitor dengan mempersingkat tenggat waktu 20 persen.
"Kami sangat puas dengan cara kerjanya, dan memiliki standar keselamatan yang sangat tinggi serta kualitas kerja mereka sangat baik," lanjutnya.
Dengan mempersingkat waktu, akan berdampak pada pengurangan biaya produksi namun hasil produksi tetap bisa optimal.
Diharapkan Menteri ESDM dapat diteruskan, sembari melalui berbagai masalah yang ada termasuk kasus bioremediasi berjalan sesuai aturan. Karenanya ia menegaskan tidak ingin mengintervensi permasalahan tersebut.
(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

