Pengelola Kantin Mitra Bina RAPP Akui Ekonomi Keluarganya Membaik
Rabu, 20 November 2013 09:11 WIB
TELUKMERANTI - Meski belum genap satu tahun mengelola kantin di estate Meranti PT RAPP yang berada di Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, namun Syamsuir kini telah memperoleh hasilnya dari keputusannya untuk mengelola kantin perusahaan PT RAPP yang berada di lokasi estate Meranti.
Laki-laki yang berusia 47 tahun itu profesi sebenarnya adalah Kepala Desa Teluk Binjai. Menjabat orang nomor satu di Desa Teluk Binjai sejak tahun 2002, Syamsuir telah menjabat selama dua periode. Dan dipenghujung tahun ini, jabatannya yang telah dua periode digenggamnya akan berakhir.
"Begitu jabatan saya berakhir, saya memutuskan untuk fokus mengelola kantin perusahaan ini," katanya.
Dia bercerita bahwa pada dasarnya mengelola kantin bukan menjadi bagian dari mimpinya. Apalagi dirinya tak memiliki basic pengalaman dalam mengelola kantin atau pun berdagang. Tapi saat PT RAPP menawarkan dirinya untuk mengelola kantin perusahaan di estate Meranti, tawaran itu tak ditolaknya.
"Pikir saya, sebentar lagi saya pensiun dari jabatan Kades. Biasanya selama jadi Kades saya sibuk melayani masyarakat, tapi kalau sudah pensiun kan otomatis saya tak ada kegiatan sama sekali. Jadi daripada menganggur, apalagi kedua anak saya masih kuliah dan masih membutuhkan biaya, maka tawaran untuk mengelola kantin itu saya terima," bebernya menceritakan pengalamannya awal mula bisa mengelola kantin di estate Meranti PT RAPP.
Di awal tahun 2013 ini, tepatnya bulan Maret, Syamsuir memulai usahanya membuka kantin di estate Meranti PT RAPP. Mendapatkan amanah sebagai mitra bina perusahaan kertas terbesar di Asia, Syamsuir mulai menjalankan usahanya sebagai pengelola kantin.
"Karena jabatan Kades masih melekat, jd saat ini saya belum full sepenuhnya mengelola kantin. Ini saja saya baru kesini, setelah tiga minggu disibukkan dengan urusan melayani masyarakat dan ikut mempersiapkan acara Festival Bekudo Bono ini," tandasnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

