Pembunuhan Janda di Rohil
Aipda JR dan Korbannya Seperti Pasutri
Rabu, 14 Januari 2015 19:56 WIB
PEKANBARU : Bekas Kanit Reskrim Polsek Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau, Aipda Jahendra Rajagukguk (JR) ternyata mengenal baik almarhumah Eka Farida (50), janda yang bekerja sebagai tukang pijit yang ditemukan tewas dekat Jembatan Bagan Tanjung, Jalan Poros Sinaboi Rt 05 Desa Sei Bakau, Kecamatan Sinaboi, Kamis 30 oktober 2014 lalu.
Hal itu diketahui dari hasil rekonstruksi alias reka ulang kejadian dalam kasus pembunuhan wanita itu. Sebelum meninggal, korban sering bertemu Jahendra di rumah kontrakannya Jalan Kecamatan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil.
"Korban sering numpang ngecarge di rumah saya, korban bilang, dia sama suaminya seorang polisi yang tinggal di kontrakan sebelah," ujar saksi Rahmad, Rabu (14/01) yang dihadirkan Polres Rohil.
Reka ulang kejadian perkara yang digelar Polres Rohil di dua lokasi terpisah, di Kota Bagansiapiapi, turut menghadirkan tersangka Aipda Jahendra Rajagukguk mantan Kanit reskrim Sinaboi dan dua orang saksi.
Dalam reka ulang pertama dilakukan di Jalan Sekip, Kelurahan Bagan Hulu. Di sana memperlihatkan tersangka awalnya berurusan dengan pemilik rumah kontrakan bernama Jubai dan berencana akan menyewanya.
Rekontruksi kedua dilanjutkan di dekat rumah kontrakannya di Jalan Kecamatan, RT 11 RW 10, Kelurahan Bagan Punak. Dalam adegan itu, sosok korban yang diperagakan seorang wanita diketahui sempat singgah di rumah tetangga sebelah kosan tersangka.
Ternyata, korban sering mengaku kalau hubungan dirinya dengan tersangka sebagai suami istri. Di dalam rumah, korban sempat berkata ingin jalan ke daerah Duri, Kabupaten Bengkalis dengan tersangka, hingga keduanya pergi dengan mengendarai sepeda motor Mio.
Namun, ada kejanggalan dalam adegan rekontruksi itu. Dimana Jahendra enggan berperan sebagai sosok pelaku dan hanya diam berdiri di luar area TKP dengan kedua tangan diborgol dan dikawal beberapa aparat polisi.
Seorang saksi, Rahmat (34), menuturkan bahwa sosok korban Eka Farida cepat akrab dengan keluarga mereka. "Dia ke sini kalau ada keperluan untuk menumpang mengecas handphone, sebab rumah kontrakan itu belum ada listriknya," katanya.
Seingat saksi, korban Farida sudah tiga kali datang ke rumahnya untuk keperluan menumpang cas handphone atau pun berbincang-bincang dengan istri Rahmat.
Namun, mengenai sosok tersangka, kata Rahmat, terlalu tertutup. "Masuk ke kosan kalau tak salah hari Jumat waktu itu dan Jumat besoknya terjadilah kasus pembunuhan di Sei Bakau," ujarnya.
Selain itu, Rahmat mengaku tak begitu mengenal sosok tersangka lantaran dirinya enggan untuk akrab begitu mengetahui tersangka seorang polisi. Selain itu tersangka juga jarang di kosan karena pulang dan pergi hanya dalam waktu sebentar.
Kapolres Rohil AKBP Subiantoro, membenarkan adanya rekonstruksi tersebut yang selanjutnya, untuk kegiatan rekonstruksi melibatkan polsek Sinaboi. Pemberitaan sebelumnya, diketahui korban Farida ditemukan tewas di dekat Jembatan di Kepenghuluan Sei Bakau dengan kondisi penuh luka. Korban sempat di bawa ke Puskesmas Sinaboi dan juga ke RSUD Pratomo, Bagansiapiapi.
Belakangan terungkap pelakunya oknum polisi yang saat itu menjabat Kanitreskrim Sinaboi, Jahendar. Pasca-kejadian, tersangka telah kabur ke Sumatera Utara. Keberadaannya diketahui di Jalan Lintas Negeri Alam, Dusun I Aek Nabara, Kecamatan Bangkalan, Labuhan Batu Sumut dan kemudian ditangkap dan ditahan di Mapolres Rohil.
(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan
-
Hukrim
Penyidik KPK Periksa Empat Mantan Anggota DPRD Riau

