• Home
  • Hukrim
  • Kadis Perdagangan Dumai Tak Tahu Asal Usul Uang Ratusan Juta?

Gaduh Pasar Panglimo Gedang

Kadis Perdagangan Dumai Tak Tahu Asal Usul Uang Ratusan Juta?

Hadi Pramono Sabtu, 20 Januari 2018 10:51 WIB
Sejumlah Pedagang Pasar Panglimo Gedang mempertanyakan nasib mereka kepada Kepala Dinas Perdagangan Dumai, Zulkarnain, Senin (15/1/2018). Setelah aparat gabungan menutup akses masuk ke pasar itu. @ Tribun Pekanbaru
DUMAI - Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain mengaku sudah memberikan uang ratusan juta rupiah kepada Awaluddin atau Haji Gedang. Namun dirinya juga tidak mengetahui uang itu berasal dari mana.

"Kalau sumber uangnya saya tidak tahu, uang itu juga membantu berobat bagi Haji Gedang," kata Zulkarnain, ketika dikonfirmasi awak media di teras Kantor Patra Niaga, Jalan MH Thamrin, Jumat petang kemarin.

Zulkarnin menyebut uang diberikan setelah adanya proposal dari Haji Gedang. Proposal bantuan ini atas gagasan anggota DPD RI, Instiawati Ayus. Proposal ini untuk mendukung pengelolaan parkir, keamanan dan kebersihan Pasar Kelakap Tujuh.

Setelah proposal masuk, Zulkarnain menyebut propsal bantuan ini mendapat restu dari pemerintah kota Dumai. Haji Gedang mendapat restu untuk mengelola Pasar Kelakap Tujuh. Ia menyebut uang itu adalah pembayaran bagi Haji Gedang.

"Uang ini untuk membantu proses pemindahan para pedagang. Ya istilahnya reward dari pemerintah karena sudah membantu proses pemindahan pedagang. Uang ini untuk bantu pemindahan pedagang juga," terangnya dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Awaluddin atau Haji Gedang yang merupakan pengelola Pasar Panglimo Gedang, Jalan MH Thamrin menuturkan secara gamblang terkait suap kepada dirinya. Ia mengaku menerima uang suap atau sogokan sebesar Rp300 juta. 

Ia memperlihatkan uang kertas bernilai 2500 Ringgit Malaysia ketika petugas hendak memagar akses Pasar Panglimo Gedang. Spontan reaksi itu mendapat tanggapan dan petugas tidak jadi melakukan pemagaran ke akses pasar.

Sementara Walikota Dumai, Zulkifli AS ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, Sabtu (20/1/18) tidak memberikan jawaban seputar uang suap yang dilakukan Kadis Perdagangan Kota Dumai ke Pengelola Pasar Panglimo Gedang.

Sementara Kabag Humas Riski Kurniawan, mengaku belum mendapat informasi pasti terkait kabar adanya uang sogok yang melibatkan Kadis Perdagangan Zulkarnaen kepada pengelola Pasar Panglimo Gedang mencapai ratusan juta itu.

"Ada atau tidaknya uang itu. Terjadi apa tidaknya aksi penyuapan itu, saya belum menerima kabar langsung dari Kadis Perdagangan Dumai. Kami masih mencari informasi kebenarannya," jawab Riski kepada wartawan.

Ironinya dalam pernyataan terbuka itu, aparat kepolisian atau aparat hukum yang mengetahui adanya aksi suap dibalik pemindahan pedagang di Pasar Panglimo Gedang tidak merespon untuk dilakukan penangkapan.

Hendra Gunawan, warga Dumai mengakut seharusnya aparat hukum sudah bisa melakukan penangkapan terhadap dua orang itu untuk dimintai penjelasan seputar dugaan suap yang nominalnya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.

"Sudah jelas penerima sogok adalah Awaluddin atau Haji Gedang dan pemberi suapnya Zulkarnaen selaku Kepala Dinas Perdagangan dan uang itu dengan dali sebagai pembantu pemindahan pedagang," tegas Hendra Gunawan. 

Sementara Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan, belum bisa menjabat perihal dugaan suap yang dilakukan Kadis Perdagangan Dumai kepada Pengelola Pasar Panglimo Gedang Awaluddin tersebut.

"Itu baru pernyataan dan masih butuh pembuktian. Kalau memang Haji Gedang merasa disuap kenapa tidak melapor. Jadi intinya itu baru pernyataan dan butuh proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Dumai," katanya, Sabtu (20/1/18).

Dijelaskan Restika, untuk membuktikan itu suap apa tidaknya perlu pendalaman. "Apakah uang untuk suap itu bersumber dari negara, kita juga belum tahu. Kita harus tepat menetapkan pasal untuk disangkakan dan kita tidak sembarangan," jelasnya.

Menurut mantan Kapolres Siak ini, sampai sejauh ini belum ada laporan masuk seputar gaduh dugaan uang suap yang sedang ramai diberitakan media. Namun demikian, pihaknya sudah mengintruksikan Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan.

(zik/zik)
Tags KorupsiPedagangPemko DumaiRelokasi PedagangSuap
Komentar