• Home
  • Hukrim
  • Penumpang Gelap Garuda Disebut Berasal dari Rohil

Penumpang Gelap Garuda Disebut Berasal dari Rohil

Rabu, 08 April 2015 10:43 WIB
PEKANBARU - Mario Steven Ambarita membuat geger dunia penerbangan tanah air. Pemuda yang nekad menyusup ke lobang roda Pesawat Garuda rute Pekanbaru-Jakarta tersebut berasal dari Baganbatu, Rohil.

Berdasarkan penelusuran dari sejumlah sumber, ada yang menyebutkan Mario tinggal di Jalan Kihajar Dewantara, Baganbatu, Kecamatan Bagan Sinembang, Rokan Hilir. Namun, ia lahir di Jakarta pada 30 Agustus 1993.

Sementara pada akun facebook, tidak ditemukan keterangan penting yang bisa dijadikan pedoman. Bahkan, di sana disebutkan kalau Mario pernah kuliah di Harvard University dan tinggal di Los Angles Amerika Serikat.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran kedua informasi yang tersebar tersebut. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait terkait bagaimana Mario bisa menyusup dalam lobang roda pesawat dan ikut terbang sampai Jakarta. 

Saat ini Mario masih di Jakarta dan kondisinya sudah mulai membaik, setelah kesehatannya sempat menurun akibat berada dalam lobang roda pesawat selama lebih satu jam.
Mario sendiri melakukan perbuatan nekad itu bukan tanpa alasan, dia dikabarkan ingin menemui Presiden Jokowi di Jakarta. 

Kadiv Yan Ops Bandara SSK II Pekanbaru, Hasturman Yunus ‎juga mengaku heran dengan aksi nekat Mario Steven Ambarita berusia (21) yang terbang ke Jakarta ‎dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dengan menyusup ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia.

Disebutkan Hasturman, pihaknya mendapat informasi dari Jakarta. "Dan saat ini anak nekat itupun masih diinterogasi di Jakarta. Kami tidak tahu, dan kaget juga," kata Hasturman saat dihubungi pukul 20.10 WIB Selasa malam.

Dijelaskan Hasturman, seluruh penumpang Garuda Indonesia yang masuk ke pesawat itu melalui garbarata, dan duduk di kursi sesuai dengan nomor tiket. Pesawat take off dari Pekanbaru dan mendarat mulus di Jakarta. "Soal ada anak muda itu kami benar-benar tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke roda pesawat," ungkapnya.

Tanggung jawab siapa? Karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke apron bandara, kecuali petugas dan pegawai dan ada izin?. Dijelaskan Hasturman lagi, bahwa ini merupakan kesalahan semua, dan tidak bisa saling menyalahkan.

"Tentu ini juga menjadi tanggung jawab kami, tapi tidak bisa juga menyalahkan. Tunggu saja keterangan dari Garuda Indonesia Jakarta. Kami tidak bisa mereka-reka kronologisnya," tambahnya.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags RiauRohil
Komentar