• Home
  • Kesehatan
  • Berikut Dampak Buruk Menggunakan Serum Palsu Bagi Manusia

Berikut Dampak Buruk Menggunakan Serum Palsu Bagi Manusia

Kamis, 04 Agustus 2016 09:50 WIB
PEKANBARU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyatakan bahwa tersangka pengedar serum palsu yang diungkap jajaran kepolisian tidak profesional.

"Contohnya bungkus serum tetanus atau Biosat tapi kertas petunjuk serum ular. Mereka tidak profesional," kata Kepala Seksi Pemeriksaan BBPOM Pekanbaru, Veranika Ginting kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Sementara itu, dia turut mengemukakan bahwasanya dampak yang ditimbulkan serum palsu tersebut cukup besar. 

Seperti misalnya seseorang yang terinfeksi tetanus dan penyakitnya terancam memburuk, sementara korban diberikan serum palsu yang sama sekali tidak bereaksi.

"Dengan begitu, bisa saja seseorang itu meninggal dunia. Resiko cukup tinggi tergantung kondisi pasien," jelasnya.

Lebih jauh, dia mengatakan bahwasanya tersangka pengedar serum palsu tersebut menangguk untung yang cukup besar.

Ia menggambarkan, untuk satu botol serum palsu, tersangka yang butuh modal Rp2.000. Menurutnya, modal itu hanya dibutuhkan untuk membeli botol yang kemudian diisi cairan.

"Kemudian, satu botolnya dia jual Rp60.000 hingga Rp70.000. Sangat besar keuntungannya," jelasnya.

Untuk itu, dia berharap polisi terus mengembangkan kasus ini terutama setelah yang tertangkap baru petugas marketing.

Sebelumnya Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap peredaran serum palsu setelah meringkus dua tersangka berinisial PS dan Sa pada Senin (1/8). Sebanyak 200 botol serum palsu jenis Biosat diamankan dari kedua warga Pekanbaru itu.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Tony Hermawan kepada Antara mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan memburu pemasok serta kemungkinan adanya produsen serum tersebut di Pekanbaru. 

(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar