- Home
- Lingkungan
- Diduga Tercemar Limbah PKS PT SISL, Ikan Mati Mendadak di Sungai Kiyab Pelalawan
Diduga Tercemar Limbah PKS PT SISL, Ikan Mati Mendadak di Sungai Kiyab Pelalawan
Hadi Pramono Senin, 11 Maret 2019 12:25 WIB
PELALAWAN - Sungai Kiyab yang berada di desa Kiyab Jaya, kecamatan Bandar Sikijang, kabupaten Pelalawan diduga dicemari oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL), Ahad (10/3/19).
Akibat pencemaran tersebut, air sungai berubah warna menghitam bercampur minyak. Tak pelak, sejumlah biota air yang berada di sungai Kiyab, mendadak mati.
Berbagai jenis ikan sebagai salah satu mata pencarian masyarakat setempat, mengapung kepermukaan air. Tak terbilang lagi, jumlah ikan-ikan menjadi keganasan pencemaran limbah ini.
Tokoh Pemuda kecamatan Bandar Sikijang Herman, menuturkan kejadian ditemukan ikan mati di sungai Kiyab ini, diketahui sejak pagi tadi, Ahad (10/3/19).
Mendapat laporan ditemukan ikan mati di sungai Kiyab, dirinya bersama warga lain berbondong-bondong turun langsung ke lokasi. "Benar saja, dilapangan kita temukan banyak ikan mati, air sungaipun berwarna hitam bercampur minyak dan sore ini, masih banyak ditemukan," tegasnya.
Patut dicurigai, penyebab ikan berbagai jenis ini, mati mendadak jelasnya, akibat limbah pabrik PT SISL yang diberada di hulu sungai, tepatnya di Kerinci Kanan Kabupaten Siak.
"Sebetulnya, jauh-jauh hari kami sudah melayangkan protes kepada pihak perusahaan, yang membuang air limbahnya, kesungai Kiyab. Akan tetapi pihak perusahaan, 'sok-sok an', hal ini lantaran PKS mereka berada di kabupaten Siak," tegasnya, seraya mengatakan meskipun PKSnya di Siak namun, desa Kiyab ikut menjadi dampak.
Atas kejadian ini, ia meminta kepada instansi terkait untuk mengusut keberadaan PKS PT SISL. "Kami meminta, kepada instansi terkait untuk mengusut kejadian ini," tandasnya, seraya mengancam bakal menggelar aksi.
Sebagai data tambahan, wakil ketua DPRD Pelalawan Suprianto perna menyampaikan pernyataan pedas terkait keberadaan PT SISL diwilayah Siak membuang limbah ke sungai Kiyab yang berada di kecamatan Bandar Sikijang kabupaten Pelalawan.
Pernyataan, wakil ketua kala itu, lantaran ada sejumlah warga setempat mengeluh dimana PT SISL terang-terangan membuang limbah ke sungai Kiyab. "Meskipun limbah yang mereka buang, itu sudah memenuhi baku mutu, akan tetapi harus diwaspadai," ujar Suprianto saat itu.
Sementara manajemen PT SISL, Eko ketika dikomfirmasi terkait ditemukan ikan mati di sungai Kiyab diduga oleh limbah PKS perusahaan dengan enteng memberikan jawaban.
Menurut Eko, hari ini dan sehari kemarin, bahwasanya PKS SISL tidak beroperasi. "Hari ini dan kemarin PKS kita tidak beroperasi," tukas Eko.
Namun demikian, dirinya sudah memerintah bagian Humas perusahaan untuk menindak lanjuti informasi dugaan pencemaran sungai Kiyab. "Sudah kita perintahkan bagian Humas menindak lajuti informasi ini," tandasnya.
(Riau Terkini)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Ekbis
Limbah Cair Sawit Berpotensi Mereduksi Emisi Gas Metana
-
Hukrim
Riuhnya Pemasangan Plang Stop Operasi Sementara PKS SIPP di Mandau
-
Lingkungan
Penyimpangan Pengelolaan Limbah Pertamina Dumai Harus Ditindaklanjuti
-
Lingkungan
Pertamina Dumai Lakukan Pengelolaan Limbah Masih Manual?
-
Sosial
Koperasi Hang Tuah Meranti Bakal Gelar Seminar Ekonomi Kerakyatan

