• Home
  • Nasional
  • Pemuda Tarbiyah Sumbar Demo Menag dan PB Tarbiyah

Pemuda Tarbiyah Sumbar Demo Menag dan PB Tarbiyah

Selasa, 12 Mei 2015 15:55 WIB
Ketum Pemuda Tarbiyah Sumbar tampak melakukan orasi di pintu masuk kawasan BIM Padang, saat rombongan Mentri Agama keluar bandara, Senin (11/5/15).
PADANG - Lebih 60 orang massa Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah (IPTI) Sumatra Barat (Sumbar) geruduk Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (11/5/15) pagi.  Aksi demonstrasi  yang dilakukan Pemuda Tarbiyah itu merupakan protes keras kepada PB Tarbiyah dan rombongan Mentri Agama (Menag) RI yang berkunjung ke Padang.

Orasi dan bentangan spanduk di pintu masuk kawasan Bandara sempat menarik perhatian kedatangan dalam maupun luar negeri. Mobil rombongan Mentri Agama RI Lukmanul Hakim Saifudin juga tampak melambat memperhatikan aksi massa. Namun, rombongan tidak bergeming. Apalagi, dalam rombongan itu juga ada ketua umum PB Tarbiyah Basri Bermanda. Ia juga dituding tidak berani menemui kader Tarbiyah sendiri. 
Aksi damai tersebut sebagai protes kepada Pengurus Besar (PB) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) yang memberikan anugrah sebagai anggota kehormatan kepada Fauzi Bahar, mantan walikota Padang, Sabtu (9/5/15) kemarin.

Menariknya, ‎aksi protes yang dilangsungkan oleh puluhan aktifis muda Tarbiyah Sumbar itu diberi tema, yakni "Selamatkan fasilitas negara dari kepentingan politik praktis individu dan kelompok".

Koordinator Aksi, Ferdi Ferdian mengatakan, Basri Bermanda selaku Ketum PB Tarbiyah telah memanfaatkan agenda kunjungan MPR-RI dan Menteri Agama untuk kepentingan salah satu bakal calon Gubernur Sumbar. Kebijakan itu tidak hanya akan memunculkan kesan buruk bagi lembaga negara, tetapi juga bagi Ormas Tarbiyah. 

"Aksi ini untuk menyampakan aspirasi agar Menteri Agama menyadari, dan hal serupa tidak terjadi lagi pada masa berikutnya," katanya.

Andri Caniago, Ketum Pemuda Tarbiyah Sumbar dalam orasinya menuntut PB Tarbiyah untuk mencabut kembali status anggota istimewa yang telah diberikan kepada Fauzi Bahar, yang juga bakal calon Gubernur Sumbar itu. 

Lebih tegas, Andri, begitu pria berbadan tambun itu akrab disapa, menuntut  ketua umum PB Tarbiyah meminta maaf secara terbuka kepada seluruh buya-buya dan warga Tarbiyah di Indonesia. Bahkan, ia menilai,  tindakan ketum PB Tarbiyah itu sangat gegabah.

Pemberian anugrah anggota istimewa itu, menurut Andri, belum melalui tahap musyawarah dan mekanisme organisasi yang benar. Lagi pula, tidak jelas apa alat ukur untuk mengangkat seseorang sebagai anggota istimewa.
 
"Kalau hanya karena Fauzi Bahar turut menyumbang Rp150 juta  untuk acara milad Tarbiyah tahun ini, lalu ia dianugerahkan sebagai anggota istimewa, dan momennya adalah jelang Pilkada, itu mengesankan bahwa PB Tarbiyah telah  menjual murah wibawa organisasi untuk kepentingan politik praktis," kata ketua umum HMI Cabang Padang periode 2010-2011 itu. ‎

Dalam aksi tersebut, pemuda Tarbiyah melalui Ketum Andri Caniago, mengharapkan kepada seganap buya-buya, madrasah-madrasah, dan warga Tarbiyah di Sumbar agar membangun kesadaran bersama. Sehingga tidak mudah dikelabui oleh oknum-oknum pengurus Tarbiyah. Bahkan, Andri menyebut semangat ketarbiyahan pucuk pimpinan Tarbiyah saat ini layak dipertanyakan.

Sebelumnya, Andri Caniago juga telah melakukan aksi protes dalam forum penganugerahan anggota istimewa terhadap Fauzi Bahar dan Zulkifli Hasan (Ketua MPR-RI) di gedung perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu kemarin. Andri melancarkan protes terhadap penyelenggara acara, serta berupaya menurunkan spanduk dan baliho yang terpampang di depan forum pada saat itu. 

Aksi Andri pada saat itu cukup membuat suasana memanas, dan beberapa orang terlihat meninggalkan lokasi. Acara tetap dilangsungkan sampai selesai sekiar pukul 17.00 WIB,  walaupun hanya beberapa orang yang bertahan di lokasi.

(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar