Terdakwa Annas Maamun Bantah Pernyataan Saksi Zulher
Rabu, 01 April 2015 16:25 WIB
BANDUNG - Kesaksian yang diungkapkan oleh Kadishutbun Riau Zulher dalam sidang kasus suap alih fungsi lahan yang melibatkan Gubernur Nonaktif Annas Maamun, dibantah oleh terdakwa. Menurutnya keterangan Zulher bohong dan mengada-ada.
"Saya mau membantah pernyataan Saudara Zulher. Ada tiga poin yang tidak benar," ungkap Annas, Rabu (1/4/15) di Pengadilan Tipikor Bandung.
Menurut Annas pernyataan Zuher yang menyatakan dirinya tidak pernah bertemu Gulat Manurung, terdakwa lain dalam kasus ini, itu bohong. Annas mengungkapkan bahwa Zulher justru sangat rajin bertemu dengan Gulat.
"Bohong itu dia," katanya.
Namun Zulher tetap membantah dirinya pernah bertemu Gulat. Selain itu Annas pun membantah pernyataan Zulher yang mengatakan masyarakat sulit bertemu terdakwa dan jika ada yang ingin bertemu harus melalui Gulat.
"Semua orang itu bisa bertemu saya, bahkan tukang becak pun pernah ke rumah saya," ungkap Annas berapi-api.
Sementara itu dua saksi lainnya yakni M Yafis dan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman hanya dimintai keterangan perihal pengetahuannya mengenai SK nomor 673.
"Saya tidak terlalu tahu mengenai surat itu. Pernah Surya Darmadji menemui saya dan memberi surat yang sudah didisposisi oleh Pak Gubernur dan isinya mohon diproses terkait hutan, Undang-undang Kehutanan. Tapi saya menolak karena bukan wewenang saya dan Pak Gubernur juga waktu itu menjawab tak usah. Seperti itu," ungkap Arsyadjuliandi.
Karena dirasa keterangan yang diberikan oleh Arsyadjuliandi sudah cukup, majelis hakim Barita L Gaol pun mempersilakan saksi meninggalkan ruang sidang.
Sidang dilanjutkan untuk mendengarkan keterangan dua saksi lainnya yakni Ali Saki Firman dan Suheri Tirta, Surya Darmadji tidak bisa menghadiri sidang dengan alasan sakit.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita

