Plt Gubri Imbau Pedagang Turunkan Harga Sembako
Kamis, 22 Januari 2015 18:57 WIB
PEKANBARU - Harga Bahan Bakar (BBM) minyak sudah turun. Harusnya harga penurun BBM tersebut juga diikuti dengan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di pasaran.
Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kamis (22/1/15). Karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh pihak terkait agar tidak serta merta menentukan harga di pasaran.
"Kita imbaulah, kepada pedagang distributor, inikan harga BBM sudah turun, berarti harga juga harus turun," harap Andi, begitu dia biasa disapa.
Saat ditanya perlukah melakukan operasi pasar, di tengah harga sembako yang masih meroket di pasaran, Andi menyerahkan sepenuhnya kepada Disperindag, untuk mengatasinya.
"Itu topuksi merekalah (Disperindag), bagaimana menanggulanginya," ujar Andi lagi.
Sementara Kepala Disperindag Riau Ramli Walid berjanji akan melakukan operasi pasar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Menurutnya selaku pemerintah, khususnya Disperindag harus bisa mengendalikan harga pasar.
Sayangnya ketika ditanya kapan dan dimana saja titik operasi pasar tersebut, Ramli justru tak bisa merincikannya. Katanya, operasi pasar nanti dilakukan ketika gejolak harga tidak lagi bisa dikontrol.
Menyinggung soal harga sembako yang sampai saat ini belum juga turun-turun, menurut Ramli dikarenakan harga di agen masih tinggi dan modal awal para pedagang juga jadi cukup tinggi. Sehingga harga yang dijual ke pembeli pun tetap tinggi.
"Modal yang dipakai pedagang sekarangkan masih harga lama. Makanya dijual lebih tinggi seperti BBM harga melambung," ujar Ramli.
Saat ini sejumlah harga sembako di Pasar Cik Puan seperti beras per kg Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. Minyak goreng kemasan Rp 15 ribu per liter. Minyak goreng curah Rp 7 ribu per liter dan gula pasir Rp 11 ribu per kg.
Kemudian harga tepung terigu Rp 7 ribu per kg. Telur ayam Rp 44 ribu per pack. Gula merah Rp 22 ribu per kg dan kacang tanah Rp 21 ribu per kg.
(mok/mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Plt Gubri Disarankan Ombudsman Verifikasi Ulang Honorer K2
-
Lingkungan
Pemprov Riau Minta Menteri LHK Revisi SK Kawasan Hutan
-
Ekbis
Konsep Pekansikawan Harus Utamakan Bidang Transportasi
-
Gudang Disegel Disperindag Pekanbaru, Pemilik Rugi
-
Sosial
Plt Gubri Persilahkan Pejabat Mundur atau Tolak Assesment
-
Sosial
Plt Gubri Umumkan Lima Nama Pansel Pejabat

