Kejagung Ambil Alih Dugaan Korupsi Pelabuhan Roro Dumai
Jumat, 13 Mei 2016 11:59 WIB
DUMAI - Mencuat kabar Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia mengambil alih skandal dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Terminal Roro di Kota Dumai yang menelan biaya skitar Rp79 miliar tersebut.
Menurut sumber terpercaya kepada media ini mengatakan, bahwa dugaan korupsi pada pembangunan Pelabuhan Terminal Roro di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat cukup kuat.
"Kita menerima informasi katanya Kejagung langsung yang mengambil alih dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Terminal Roro Dumai itu," ungkap pejabat hukum yang enggan namanya disebutkan.
Kemudian proyek pembangunan Pelabuhan Terminal Dumai tahap II yang menelan biaya sebesar Rp5,4 miliar dari anggaran APBD Dumai 2013 itu juga akan menjadi bidikan Kejagung RI.
Sedangkan disisi lain, Pembangunan pelabuhan internasional terpadu di Kota Dumai masih terkendala infrastruktur pelabuhan dan jalan. Termasuk Kendala dalam hal keterbatasan kewenangan
Pelabuhan internasional terpadu ini berada di Kelurahan Purnama, Kota Dumai. Karena posisinya yang cukup strategis. Di lokasi itu terdapat pelabuhan roro Dumai-Rupat, terminal pelabuhan penumpang internasional dan pelelangan ikan.
Ketiganya berada di satu area pelabuhan terpadu. "Kita bakal minta bantuan dari pemerintah pusat, agar wacana ini bisa direalisasikan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Bambang Soemantri, Kamis (12/5/16).
Menurutnya, untuk merealisasikan wacana tersebut, Pemerintah Kota Dumai akan meminta dukungan dari APBN. Pemerintah Kota Dumai juga dibatasi kewenangan. Padahal perlu regulasi hingga pemerintah pusat.
Selain itu, direncanakan juga pembangunan Pelabuhan Bongkar Peti kemas di Pelabuhan Pelintung. Tapi sayang hingga kini untuk anggaran dan pengelolaannya belum didukung pemerintah pusat. Padahal tersedia lahan seluas 70 Hektar untuk lokasi Operasional Pelabuhan Peti Kemas.
"Sebenarnya sudah kita usulkan. Begitu juga DED-nya. Keberadaan pelabuhan terpadu dan pelabuhan peti kemas untuk mendukung Program Poros Maritim yang digagas Presiden Jokowi," tegasnya.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK

