• Home
  • Hukrim
  • Pendemo Desak Polda Riau Tuntaskan Kasus Pemukulan di Pulau Birandang

Pendemo Desak Polda Riau Tuntaskan Kasus Pemukulan di Pulau Birandang

Kamis, 26 Maret 2015 16:05 WIB
Kasus dugaan pemukulan terhadap dua pendemo di Pulau Birandang, Kampar kembali memicu demo. Polda Riau didesak menuntaskannya.
PEKANBARU - Untuk kesekian kalinya 7 aktivis Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru melakukan aksi demonstrasi di bundaran Tugu Zapin dan dilanjutkan ke depan gerbang masuk markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kamis (26/3/15).

Para aktivis ini mendesak pihak Polda Riau usut tuntas kasus pemukulan dua warga saat peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Integrated Palm Oil PT Sungai Pinang Malindo di Dusun Pematang Kulim, Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar atau yang lebih dikenal dengan istilah "Birandang Berdarah", Kamis (12/3/15) lalu.

Dalam orasinya, salah seorang pendemo Taufik mendesak Kepala Polda (Kapolda) Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan untuk mengusut tuntas kasus pemukulan aktivis oleh "preman-preman" suruhan Bupati Kampar Jefry Noer.

''Polda segera tangkap preman-preman bayaran Jefry Noer yang telah memukul mahasiswa Kampar dan juga mersahkan Pemda Kampar atasu intervensi mereka,'' kata Rahmat, Koordinator Aksi HMOK Pekanbaru dalam orasinya.

Dikatakan Rahmat, peristiwa pemukulan dan pengeroyokan preman bayaran Bupati Kampar Jefry Noer merupakan bukti nyata warga masih berada di zaman Orde Lama. Gubernur Riau melalui Pelaksana Tugas (Plt) Arsyadjuliandi (Andi) Rachman segera melakukan investigasi terhadap Bupati Kampar Jefry Noer karena telah menimbulkan berbagai masalah di negeri berjuluk "Serambi Mekkah"-nya Riau itu.

Selain melakukan aksi demo di Markas Polda Riau, massa HMOK Pekanbaru juga melakukan aksi yang sama ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). Saat berita ini diturunkan, aktivis HMOK Pekanbaru bersiap siap menuju kantor Kejati.

(rdk/rtc/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar